HMI Bantah Tuduhan Provokasi Aksi Damai Bela Islam

0
79 views
Ilustrasi.

“Meminta Kapolda Metrojaya Mengklarifikasi Tuduhannya”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 06/11 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

– Keluarga Besar Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) membantah massa HMI memprovokasi terjadinya bentrokan dengan aparat di depan Istana Negara pada Aksi Damai Bela Islam pada Jum’at (04/11-2016).

HMI juga membantah isu terjadi bentrokan antara massa HMI dengan massa FPI saat berlangsung aksi.

Sehingga HMI meminta Kapolda Metrojaya mengklarifikasi tuduhannya, jika kerusuhan terjadi dalam Aksi Damai Bela Islam berasal dari HMI, dan HMI merupakan provokator.

Demikian disampaikan PB HMI dalam siaran persnya ditandatangani Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, dan Sekjennya Amijaya berkaitan kericuhan kecil di penghujung Aksi Damai Bela Islam berakhir Jum’at petang.

Dalam pernyataan sikapnya, PB HMI menuturkan kronologis kejadian aksi unjuk rasa dilakukan massa HMI berkaitan tuntutan penegakan hukum atas kasus penistaan agama dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu.

Massa HMI datang pukul 13.30 WIB. Aksi HMI sampai maghrib berjalan tertib dan damai. Mereka shalat maghrib berjamaah di jalan.

Sesuai kesepakatan, HMI menarik diri bakda shalat maghrib. Namun karena posisi HMI berada di barisan paling depan membawa mobil komando dan satu mobil Innova, maka tak memungkinkan mundur. Sehingga mereka hanya bisa duduk-duduk di sekitar mobil menunggu aksi selesai.

Bakda Isya terjadi kericuhan dipicu massa tak dikenal oleh kader HMI dari mana asalnya dan siapa pemimpinnya. Mereka masuk di barisan depan massa HMI, lalu ribut dengan aparat sampai akhirnya aparat kepolisian menembakkan gas air mata.

Menyusul kejadian tersebut, massa HMI membubarkan diri ke belakang, dan tak kembali lagi ke depan istana.

“Setelah itu, baru terjadi kebakaran yang kami tak tahu siapa pelakunya, dan apa yang terbakar”, ungkap Mulyadi.

Dikemukakan, massa HMI hanya beratribut bendera kecil dengan tiang bambu belah sepanjang 1,2 meter. Sehingga tak mungkin menjebol barikade polisi. Juga tak benar ada benturan aksi antara massa HMI dengan massa FPI.

PB HMI menyesalkan adanya kericuhan mewarnai aksi demonstrasi 4 Nopember 2016 itu. PB HMI juga menyesalkan ucapan Kapolda Metrojaya menyatakan kericuhan berasal dari HMI, dan HMI adalah provokator.

Atas pernyataan menyudutkan tersebut, PB HMI meminta Kapolda Metrojaya melakukan klarifikasi, dan minta maaf atas pernyataannya itu.

Namun demikian, PB HMI menegaskan mendukung usaha kepolisian menyelidiki lebih jauh, dan lebih teliti pihak-pihak pemicu kericuhan hingga mencederai Aksi Damai Bela Islam itu.

PB HMI pun meminta seluruh kader HMI tetap tenang, dan tak terprovokasi pemberitaan media menyudutkan HMI, serta mengucapkan terima kasih kepada kader HMI, dan seluruh umat Islam melakukan aksi bersama Aksi Damai Bela Islam.

PB HMI mencatat data sementara jumlah korban akibat kericuhan pada Aksi Damai Bela Islam itu teridentifikasi lima orang.

Bantahan serupa terkait kericuhan dalam Aksi Damai Bela Islam juga dikemukakan Tim Pengawal MUI Ahmad Buchri Muslim.

“Berita di televisi bahwa kita mendobrak pagar istana itu tak benar. Jangankan masuk istana, pagarnya saja kita tak pernah sentuh!” tandasnya.

Dikatakan, isu membakar mobil adalah HMI tak benar. Orang tertangkap terkait kejadian tersebut tak memunyai KTM apalagi KTA HMI. Bahkan dua oknum provokator tertangkap anggota FPI setelah diperiksa identitasnya, “ternyata bukan muslim”.

**********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here