Hiu Paus Muncul di Perairan Jakarta

0
21 views

Garut News ( Jum’at, 20/05 – 2016 ).

Hiu paus atau hiu totol (Rhincodon typus), Selasa (17/5/2016), melintas di sekitar gosong Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Daerah ini menjadi jalur jelajah hiu paus untuk mencari atau mengikuti pakan. (Arsip Wahyu Suparta).
Hiu paus atau hiu totol (Rhincodon typus), Selasa (17/5/2016), melintas di sekitar gosong Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Daerah ini menjadi jalur jelajah hiu paus untuk mencari atau mengikuti pakan. (Arsip Wahyu Suparta).

– Ikan terbesar di bumi, hiu paus atau hiu totol, terekam rutin melintasi Kepulauan Seribu di Jakarta. Riset-riset dan pendataan kemunculannya di sejumlah perairan itu, jika terekam baik, bisa menjadi informasi berharga menunjang promosi wisata bawah laut.

Kemunculan terakhir terekam oleh instruktur selam, Wahyu Suparta, pada Selasa (17/5/2016) pukul 09.00 di gosong Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. ”Seumur-umur menyelam di Kepulauan Seribu, baru kali ini bertemu hiu paus,” ujarnya yang juga anggota polisi hutan reaksi cepat (SPORC) dari Brigade Elang, Jakarta, kemarin. Saat itu perairan sangat jernih dan perjumpaan dengan hiu paus itu pada kedalaman 10 meter.

Dharmadi, pakar hiu dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan, kemunculan hiu paus juga tercatat setahun lalu di Kepulauan Seribu.

”Mungkin itu terkait kelimpahan sumber daya ikan di perairan Indonesia, termasuk Kepulauan Seribu,” ujarnya yang sedang mengikuti pertemuan Konvensi Perdagangan Internasional Satwa dan Tumbuhan Liar yang Terancam Punah (CITES) di Bangkok, Thailand.

Dengan kelebihan perairan tropis yang kaya nutrisi dan pakan, Indonesia jadi daerah migrasi hiu paus (Rhincodon typus). Indonesia juga tempat mencari makan bagi hiu paus. Apalagi, menurut catatan Whaleshark Indonesia, hiu paus yang muncul ke permukaan masih tergolong anak-anak dengan panjang 4-7 meter.

Saat dewasa, ukurannya bisa belasan hingga 20 meter. Hiu paus cenderung tinggal pada kedalaman lebih dari 100 meter.

Menurut Dharmadi, kemungkinan hiu paus tinggal lama atau menetap—seperti di Teluk Tomini, Bone Bolango, Gorontalo dan Teluk Cenderawasih (Papua)—di Kepulauan Seribu sangat kecil. Kondisi hidrografi lokasi itu berbeda dengan Kepulauan Seribu.

Di perairan Kepulauan Seribu, kondisi pantai umumnya landai. Di Sulawesi, kontur dasar lautnya curam atau tubir palung di dekat pantai. (ICH)

*******

Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : Harian Kompas/Kompas.com