Hilangnya Daging Sapi

0
49 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 12/08 – 2015 ).

bandung43Pemerintah tak boleh membiarkan pemogokan pedagang daging sapi berkepanjangan. Pada saat yang sama, pemerintah harus segera memulihkan pasokan daging sapi agar harga tidak melonjak tak keruan.

Mogok massal pedagang daging sapi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pekan ini dilakukan lantaran dagangan mereka tak laku akibat harganya melonjak. Para pedagang menuntut pemerintah segera membuka keran impor.

Langkah para pedagang ini jelas tak patut karena merugikan para pengusaha kecil, seperti tukang bakso atau produsen penganan berbahan baku daging, dan konsumen rumah tangga.

bandung45Pemerintah juga bisa menjerat mereka yang menimbun daging sapi dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dan UU No. 18/2012 tentang Pangan.

Pemogokan ini bukanlah persoalan tunggal. Kelangkaan pasokan dan lonjakan harga daging seperti ini acap terjadi. Pemerintah kemudian akan membuka keran impor. Harga memang turun, tetapi kejadian pasti berulang menjelang Lebaran atawa hari raya Idul Adha.

Pemerintah sepertinya terbelenggu oleh tekad berswasembada daging sapi. Cita-cita mulia ini tentu kudu didukung. Pengurangan impor semestinya diikuti peningkatan pasokan daging sapi lokal, yang akan berujung perbaikan kesejahteraan peternak sapi.

Sayangnya, pemerintah tak punya basis data akurat menghitung berapa permintaan, dan pasokan daging lokal serta berapa mesti diimpor. Sejauh ini, tak jelas jumlah populasi sapi dan berapa persen di antaranya siap jual atau siap potong.

bandung46Kesulitan muncul sebab umumnya peternak sapi potong bukanlah usaha besar. Tak jarang keputusan menjual bukan didasarkan pada kondisi pasar, melainkan karena alasan pribadi seperti perkawinan atau untuk menutup kebutuhan sekolah.

Itu sebabnya, ketika pemerintah memangkas impor sapi pada kuartal ketiga tahun ini, pasokan sapi lokal tak bisa menutup lubang itu. Akibatnya, harga melonjak. Dan ketika Lebaran berakhir, harga daging sapi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tak surut juga.

Dari kelangkaan saat ini, pemerintah sesungguhnya bisa dengan mudah mencari penyebabnya. Berdasar hitungan Kementerian Perdagangan, kelangkaan seharusnya tak terjadi di tiga provinsi itu karena sisa daging impor masih menumpuk.

Mudah ditebak, pasti ada yang sedang bermain api dengan mencekik pasokan daging. Pemerintah tak boleh setengah hati menindak para pelaku, karena dasar hukumnya jelas. Komisi Pengawas Persaingan Usaha juga bisa menyemprit para pelaku.

Meski demikian, dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah harus terus mengupayakan program swasembada daging sapi yang terencana dengan baik. Hal itu bisa dimulai dengan mendata jumlah ternak sapi siap jual dan siap potong.

Pusat juga harus mendorong pemerintah-pemerintah daerah mengembangkan peternakan skala menengah-besar. Yang perlu diperbaiki distribusi karena, misalnya, Jakarta lebih mudah dan lebih murah mengimpor sapi dari Australia ketimbang mendatangkannya dari Nusa Tenggara Timur.

*********

Opini Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here