Hewan Kurban Garut Dinyatakan Bebas Penyakit Berbahaya

0
11 views
Unta.

Garut News ( Selasa, 07/08 – 2018 ).

Unta.

Pihak Disnakkan Kabupaten Garut menyatakan, hewan kurban di wilayahnya aman dari penyakit berbahaya seperti antraks.

“Insya Alloh ! Hewan tak terjangkit antraks,” ungkap Kepala Disnakkanla kabupaten setempat Indriana Sumarto, Selasa (07/08 – 2018).

Meski demikian, dia menghimbau masyarakat hendak melaksanakan pemotongan hewan kurban agar lebih memerhatikan pelbagai hal berkaitan persyaratan hewan kurban sesuai ketentuan agama Islam.

Selain kesehatan, kondisi fisik, dan umur hewan kurban mesti diperhatikan. Juga higiene, juga sanitasi proses pemotongan hewan kurban supaya lebih ditingkatkan lokasi, dan frekuensinya untuk mencapai keamanan pangan, serta produk daging kurban “halal, aman, utuh, dan sehat” (HAUS).

Pemantauan, dan pemeriksaan hewan kurban terus dilakukan Tim Pengawasan Kurban pada pelbagai lokasi di 42 kecamatan se-Kabupaten Garut mendekati hari pelaksanaan Idul Adha/Idul 1439 H/2018 M. Pemeriksaan post mortem pun dilakukan pada hari H pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

Harga hewan kurban tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan dari sebelumnya.

Pantauan Disnakkanla, per 6 Agustus 2018, harga domba mencapai sekitar Rp70.000 – Rp80.000 / kg/ekor hidup, atau sekitar 3,5 juta – Rp5 juta per ekor berbobot minimal 45 kg.

Sedangkan harga sapi berkisar Rp60.000 – Rp70.000 /kg/ekor hidup, atau sekitar Rp14 juta – Rp20 juta per ekor berbobot minimal 200 kg, katanya.

******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.