Helmi : Siapkan Pembangunan Rumah Relokasi Korban Bencana

0
22 views
Helmi Budiman.

“Pengungsi Mendesak Perlukan Sarana/Prasarana Usaha Produktif”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 26/10 – 2016 ).

Helmi Budiman.
Helmi Budiman.

Kini Pemkab Garut senantiasa menyelenggarakan pelbagai pertemuan membahas langkah-langkah dilakukan penanggulangan paska bencana banjir bandang Sungai Cimanuk pada 20 September lalu.

Sebanyak dua tower bangunan rumah susun (rusun) berjumlah kamar 140 unit, beserta 150 rumah tapak pun siap dibangun diperuntukan tempat tinggal para korban terdampak amuk sungai tersebut, yang kini masih tinggal di tempat hunian sementara pada sejumlah titik lokasi.

“Sekarang ini, kita menyiapkan pembangunan rumah relokasi bagi korban terdampak bencana banjir. Pemerintah Pusat siap membangun rusun bagi korban banjir dengan jumlah kamar 140 unit. Sedangkan rumah tapak, baru siap dibangun 50 unit dari Pemerintah Pusat , dan 100 unit dari NGO (Non Government Organisation/Lembaga Swasta),” ungkap Wabup Garut Helmi Budiman ketika menghadiri Penyerahan Bantuan dari Baznas kabupaten setempat kepada Penyandang Disabilitas Paska banjir di Gedung Islamic Center, Selasa (25/10-2016).

Pengungsi asal Kampung Cimacan di Wisma Huntara LEC.
Pengungsi asal Kampung Cimacan di Wisma Huntara LEC.

Dia mengingatkan para korban banjir bandang Cimanuk termasuk penyandang disabilitas, agar selalu optimis dengan tingginya perhatian dari pelbagai kalangan, baik masyarakat Garut maupun luar Garut. Apalagi banyak di antara pemberi bantuan itu, bisa jadi bukan dari kalangan mampu namun tergerak hatinya sebagai sesama insan berempati.

“Maka, doa’kanlah mereka yang telah memberikan bantuan, siapapun itu !” imbuhnya.

Berkaitan keberadaan para korban diperkirakan masih akan berada cukup lama di tempat hunian sementara selama masa transisi paska tanggap darurat bencana sekarang, Helmi pun mengimbau organisasi kemasyarakatan Islam berada di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut supaya memberikan pendampingan kepada para korban terdampak banjir secara rutin. Guna mendorong pemulihan kondisi psikologis mereka paska trauma akibat banjir bandang.

Andri Hidayatullah.
Andri Hidayatullah.

Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum Suherman katakan, masa transisi darurat ke pemulihan ditetapkan sejak 4 Oktober 2016 hingga 5 Januari 2017.

“Masa transisi ini diarahkan ke penyiapan permukiman, menempatkan korban di hunian sementara, menentukan rumah rusak berat, hanyut, sedang, ringan di bawah Kepala BPMPD, dan penentuan lokasi rusun dan rumah tapak di bawah Distarkim,” kata dia juga Koordinator NGO akan memberikan bantuan pembangunan rumah tapak itu.

Dikatakan, total jumlah rumah penduduk terdampak banjir Cimanuk mencapai 2.529 unit. Terdiri 271 unit hanyut, 559 unit rusak berat, 473 unit rusak sedang, dan 1.225 unit rusak ringan. Semuanya dari kepemilikan 787 kk (kepala keluarga) atau 2.525 penduduk.

Dalam pada itu, sekitar 20 kepala keluarga (kk) atau 88 penduduk asal Haurpanggung maupun Kampung Cimacan kini mengungsi di Wisma LEC.

Petugas BPBD Garut di Lokasi Pengungsian Korban Terdampak Amuk Cimanuk.
Petugas BPBD Garut di Lokasi Pengungsian Korban Terdampak Amuk Cimanuk.

Mereka umumnya sangat mendambakan bisa terpenuhinya sarana dan prasarana usaha produktif, lantaran dampak amuk Sungai Cimanuk ini, juga menjadikan raibnya modal usaha.

Demikian dikemukakan Andri Hidayatullah dari Tagana Kabupaten Garut, yang selamna ini menyelenggarakan pendampingan termasuk berupaya memerdayakan para pengungsi termasuk dari kalangan remaja.

Dikemukakan, para pengungsi tersebut selain memerlukan advokasi psikososial guna mengembalikan pada suasana awal hidup selayaknya, mereka pun membutuhkan advokasi sosial berupa solusi pemenuhan kebutuhan usaha untuk bisa hidup berstandar.

Berupa pemenuhan sarana dan prasarana usaha untuk masa depan keluarganya masing-masing, ungkap Andri Hidayatullah, antara lain menambahkan.

********

(nz, jdh).