Helmi ‘Geram’, Sesalkan Pencurian Gearbox Pintu Air Badama

0
140 views
Helmi Budiman 'Geram', dan Sangat Sesalkan Pencurian Gear Box Pintu Air Daerah Irigasi Badama.

“Ratusan Hektare Sawah Garut Kekeringan, Dinas PUPR Agar Pikirkan Jaminan Kesejahteraan Penjaga Pintu Air”

Garut News ( Sabtu, 24/03 – 2018 ).

Helmi Budiman ‘Geram’, dan Sangat Sesalkan Pencurian Gear Box Pintu Air Daerah Irigasi Badama.

Foto berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu (24/03-2018), menampilkan keprihatinan serta ‘geram’ nya Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman, yang kini masih menjalani cuti kampanye Pilkada Serentak 2018.

Dia menyatakan, sangat menyesalkan terjadinya kasus pencurian ‘gearbox’ beserta as drat pintu air dan kelengkapannya, pada dua pintu air Daerah Irigasi Badama Cikamiri di Kampung Pogor Desa Cintarasa Kecamatan Samarang.

Dua Pintu Air Daerah Irigasi Badama, Kini Menjadi Tak Bisa Lagi Dibuka.

Lantaran kasus tersebut, bisa melumpuh – totalkan kemampuan pengairan pada daerah irigasi dalam mengairi areal persawahan mencapai sekitar 504 hektare. Tersebar pada wilayah Kelurahan Sukajaya, Jayawaras, Jayaraga, Pataruman, Sukagalih, dan Desa Haurpanggung.

Kepada Garut News, Sabtu (24/03-2018), Helmi Budiman katakan, setelah berakhirnya cuti kampanye, dirinya bersama Dinas “Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat” (PUPR) kabupaten setempat, segera menyusun perencanaan pengadaan kembali gearbox termasuk perbaikan pintu air.

Jaringan Daerah Irigasi Badama Menjadi Kering Kerontang.

Sekaligus perencanaan kegiatan pembersihan jaringan irigasi, serta pengerukan sedimentasinya.

Namun untuk sementara waktu, guna menyelamatkan ratusan hektare areal persawahan yang bisa mengalami kekeringan, Helmi Budiman menginstruksikan Dinas PUPR agar secepatnya menemukan solusi darurat bisa membuka dan menutup pintu air.

Inilah Jenis Barang yang Dicuri Bersama Kelengkapannya Dengan Cara Digergaji.

Selain itu, juga hendaknya Dinas PUPR dapat memikirkan jaminan kesejahteraan petugas penjaga pintu air, agar tak hanya mendapatkan upah sekedarnya dari kelompok P3A Mitra Cai.

“Marilah pintu air kita jaga bersama, supaya peristiwa serupa tak terjadi lagi,” imbuh Helmi Budiman pula.

“Turun Temurun”

Odi Bersama Istri, dan Salah-satu Cucunya.

Odi Ratma (77), ayah 15 anak yang kini memiliki lima cicit. Sejak 1973 hingga sekarang mewarisi pekerjaan orangtuanya (Ratma) sebagai penjaga pintu air selama 1945 sampai 1973.

Pekerjaan turun temurun penjaga pintu air dijalani Odi bersama menantunya Agung Pertaka, masing-masing dengan upah Rp100 ribu setiap bulan bersumber dari iuran petani melalui P3A Mitra Cai, namun tak menjamin tiap bulan pembayarannya lancar.

Odi Kini Menjadi Lebih Banyak Merenung, Seperti ‘Cow Boy’ Kehilangan Kudanya, He… he.

Sedangkan dari Dinas PUPR sama sekali selama ini tak mendapatkan honorarium apapun, meski jarak tempuh dari rumah ke pintu air menelan waktu selama 30 menit dengan melintasi jalan setapak pematang areal persawahan, ungkap Odi.

Kepada Garut News, Odi katakan pekerjaan ini dijalani atas dasar desakan petani yang tetap memertahankannya. “Teruskan saja menjadi penjaga air sampai modar,” ungkap Odi menirukan dorongan warga tani pada dirinya, dengan nada berseleroh.

Agung P (Berhelm) Bersama Kamal, Bingung Berat.

Dikemukakannya, hilangnya gear box juga as drat pintu air dan kelengkapannya tersebut, diperkirakan berlangsung Sabtu tengah malam bersamaan hujan gerimis pada beberapa pekan lalu.

Padahal setiap harinya dua kali, Odi mendatangi pintu air pada pagi dan sore. Bahkan jika hujan lebat tengah malam pun mendatanginya untuk menutup pintu ke daerah irigasi.

Pintu Air, yang Menjadi Tak Bisa Dibuka.
Odi Katakan, Perilaku Pencuri Sangat Menyesakkan Dada.

Ketua RW. 07 di Kelurahan Sukajaya, Kamal katakan selain sekitar 260 hektare sawah bisa mengalami kekeringan, juga 800 kepala keluarga atau sekitar 2.400 penduduk di kelurahannya tak bisa mendapatkan pasokan air di sejumlah MCK.

Dua Pintu Air Menjadi Tak Berfungsi.

Odi juga menambahkan, “Perilaku Pencuri Sangat Menyesakkan Dada, Jika Ketemu Saya Ramas Dia,” tandas murid silat Abah Eme itu, dengan nada geram pula.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here