Helmi Optimis Ragam Masalah Garut Ada Solusinya

0
14 views
Puncak Peringatan HJG, Senin (17/02-2020).
Antara Lain Bersama Camat, dan Lurah.

“Pada Usianya ke-207 Banyak Persoalan Faktual”

Garut News ( Senin, 17/02 – 2020 ).

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman dengan nada optimis menyatakan, beragam permasalahan yang dihadapi Kabupaten Garut pada usianya  yang ke-207 ini, dipastikan ada solusinya.

“Kewajiban kita bersama, seluruh komponen dan elemen masyarakat secara terukur juga terencana sesuai dengan peran masing-masing bahu-membahu untuk bisa menjadi bagian dari solusi yang efektif,” imbuhnya kepada Garut News.

Bersama Istri.

Ditemui seusai upacara pada puncak Peringatan ‘Hari Jadi Garut’ (HJG)  di Lapang Oto Iskandardinata/Alun alun kabupaten setempat, Senin (17/02-2020), dia katakan permasalahan apapun merupakan ujian untuk meningkatkan derajat keimanan.

Bahkan Allah SWT pun, tak akan membebani melainkan atas kesanggupan maupun kemampuan yang kita miliki masing-masing.

Sehingga, hendaknya senantiasa berupaya menanggulanginya dengan optimisme bersama kesulitan bakal ada kemudahan-kemudahan.

Apalagi khususnya bagi Kaum Mulimin, Alqur’an itu petunjuk bagi manusia, rakhmatnya bagi yang meyakini.

Menyempatkan Dialog Antara Lain Dengan Kepala BPS Kabupaten Garut, Dody Gunawan Yusuf, S.Si (paling kiri).

“Termasuk, menjadikan sabar dan shalat dengan benar maupun khusyu sebagai penolong, sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar,” imbuhnya pula.

Meski tetap diperlukan upaya maksimal mendayagunakan secara optimal seluruh potensi maupun sumber daya dimiliki, dan mengembangkan semangat kebersamaan.

Sedangkan persoalan faktual berkaitan kehidupan masyarakat dan pembangunan dihadapi kabupatennya, berupa masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, angka kriminalitas, kejahatan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan lunturnya kultur sosial.

Kemudian belum optimalnya pemenuhan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat serta sosial.

Juga masih dihadapkan pada belum meratanya pembangunan antarwilayah, serta rendahnya kualitas lingkungan hidup, pengendalian pemanfaatan ruang, dan tingginya risiko bencana.

Disusul masih belum optimalnya pelaksanaan reformasi birokrasi, kualitas dan akses pelayanan publik, rendahnya daya beli masyarakat, nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan hasil pertanian, industri dan perdagangan, serta pariwisata dan jasa produktif lainnya.

Masih juga dihadapkan pada rendahnya realisasi investasi daerah, dan pendapatan daerah.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here