Helmi Gencar Motivasi FMM “Kami Siaga” Terhadap Tingginya AKI/AKB

0
20 views
Wabup Helmi Budiman : Berkat

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 11/09 – 2017 ).

Wabup Helmi Budiman : Berkat AMP (Audit Maternal Perinatal).

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman gencar memotivasi “Forum Peduli Masyarakat Madani/ FMM ‘Kami Siaga’ (Komunitas Aliansi Masyarakat Indonesia – Sayang Ibu dan Anak Garut)”, dalam langkah nyata penyikapannya terhadap tingginya ‘Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi” (AKI/AKB) di kabupaten tersebut.

“Lantaran komitmen keorganisasian yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, dipastikan bisa menunjang keberhasilan proses pelayanan publik termasuk upaya menekan AKI/AKB,” imbuhnya antara lain saat beraudensi dengan Pengurus FMM Kami Siaga di ruang kerja Wakil Bupati, Senin (11/09-2017).

Dikemukakan, bisa diketahui tingginya AKI/AKB di kabupaten setempat berkat keberhasilan penyelenggaraan “Audit Maternal Perinatal” (AMP).

Beraudensi dengan FMM Kami Siaga.

Sebagai pengembangan upaya peningkatan mutu pelayanan saat ini mengarah pada patient safety yakni keselamatan dan keamanan pasien. Sehingga penerapan patient safety sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan.

AMP, proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan kematian ibu dan perinatal serta penatalaksanaannya, dengan menggunakan pelbagai informasi dan pengalaman dari suatu kelompok terdekat, untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan KIA di suatu wilayah.

Kegiatan audit ini berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan pemecahan masalah. Dalam kaitannya dengan pembinaan, ruang lingkup wilayah dibatasi pada kabupaten/kota, sebagai unit efektif yang mempunyai kemampuan pelayan obstetrik-perinatal dan didukung pelayanan KIA sampai ketingkat masyarakat.

Gencar Memotivasi Komitmen Keorganisasian FMM Kami Siaga.

Wakil Bupati Helmi Budiman juga mengapresiasi positip , serta mendukung  penyelanggaraan gebyar aksi FMM Kami Siaga, yang diagendakan berlangsung Ahad (24/09-2017) di halaman Gedung R.A Lasminingrat Garut.

Dengan ragam kegiatan di antaranya sosialisasi, hiburan sehat, pemeriksaan kesehatan, serta interaktif dengan masyarakat bersamaan “car free day”.

Pada audensi itu dihadiri Wakil Ketua FMM Kami Siaga John Doddy Hidayat dari Garut News, Sekretaris TB Ayi Sasmita, serta Zainul Muchtar dari unsur Pers.

Penyebab tingginya kasus kematian ibu di kabupaten ini, mencapai 60,8 persen akibat eklamasi atau hipertensi pada kehamilan, dan pendarahan. Sedangkan penyebab tingginya kasus kematian bayi, 72,03 persen lantaran berat badan lahir rendah, serta asfiksia atau sesak. Meski dari tingginya kedua kasus tersebut ada penyebab lain.

“Misalnya hipertensi itu, bisa terjadi lantaran gaya hidup atau pola makan, juga kasus kasus kematian ibu akibat pendarahan bisa pula terjadi karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan, karena perjalanan jauh dan jalannya rusak, sehingga butuh waktu lama mengirim ibu ke fasilitas kesehatan” 

Kematian bayi akibat berat badan lahir rendah bisa terjadi sebab ibu hamil kurang asupan gizinya, atau ada penyebab lainnya.

“Sehingga terjadinya kasus-kasus kematian tersebut, sangatlah dipengaruhi oleh faktor-faktor diluar kesehatan”

Tentunya, hal itu harus menjadi pemikiran bersama, kita perbaiki bersama, secara bersinergi, dan terintegrasi, baik lintas program maupun lintas sektor. Bahkan dengan pelibatan pemberdayaan masyarakat secara aktif.

Termasuk organisasi terdapat di masyarakat dan media massa, tokoh agama maupun pemuka masyarakat. Agar mereka bisa berperan serta dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi.

Sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing, terutama pada upaya mengedukasi masyarakat. Serta mengajak mereka supaya lebih peduli, dan terlibat langsung berupaya penyelamatan ibu dan bayi.

Pada 2016 di Kabupaten Garut terjadi 74 kasus kematian ibu, serta 333 kasus kematian bayi. Yang menyebabkan posisi Kabupaten Garut, berkasus kematian ibu dan bayi tertinggi di Provinsi Jawa Barat, bahkan di Indonesia.

 

*******