Helmi : Kewaspadaan Masalah Akhlaq Harus Dijadikan Perhatian

0
25 views
Helmi Budiman.

“Penyelenggaraan Pembangunan Fisik Sangat Mudah Dilakukan”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 23/11 – 2016 ).

Helmi Budiman.
Helmi Budiman.

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman mengingatkan, perlu kewaspadaan terhadap kondisi banyaknya masalah akhlaq maupun moralitas selama ini, yang hendaknya harus dijadikan perhatian serius bahkan diutamakan.

Menyusul hingga kini, didaerahnya terdapat belasan hingga puluhan kaula muda tewas sangat mengenaskan lantaran menenggak oplosan “minuman keras” (miras), juga merebaknya dekadensi moralitas, antara lain ditandai terdapatnya murid SMP yang melahirkan ketika mengikuti ujian di sekolah.

Ditendaskan Helmi Budiman, penyelenggarakan pembangunan fisik itu sangat mudah dilakukan. Terbukti selama tiga tahun pemerintahannya dari 30 persen lintasan ruas badan jalan dan jembatan yang berkondisi bagus, ternyata bisa ditingkatkan menjadi 70 persen bagus.

Pelantikan Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Garut Masa bakti 2016-2021, diketuai Dedi Kurniawan.
Pelantikan Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Garut Masa bakti 2016-2021, diketuai Dedi Kurniawan.

Kemudian kondisi fisik RSU dr Slamet yang semula hanya 20 persen berkondisi bagus juga bisa ditingkatkan menjadi 80 persen berkondisi bagus, demikian pula dari 69 Puskesmas yang semula hanya satu Puskesmas berkondisi bagus, bisa terealisasi seluruhnya berkondisi bagus.

Tetapi masih juga terdapat keluhan kualitas jasa pelayanan, ini akibat kondisi akhlaq sumber daya manusianya. Sebab yang paling sulit itu membangun akhlaq atau moralitas, dibandingkan mewujudkan pembangunan fisik.

Karena itu, kualitas akhlaq pun hendaknya pula termasuk berakhlaq menyikapi pada lingkungan, alam, tumbuhan, dan gunung, agar seluruhnya terpelihara baik. Sehingga tak mendatangkan bencana, imbuh Helmi Budiman ketika membuka Seminar Ekonomi Kerakyatan digelar Pengurus Daerah “Persaudaraan Muslimin Indonesia” (Parmusi) kabupaten setempat di Aula MUI, Rabu (23/11-2016).

Helmi Berdialog dengan Ketua MUI Kabupaten Setempat.
Helmi Berdialog dengan Ketua MUI Kabupaten Setempat.

Sedangkan permasalahan lain yang patut mendapatkan atensi berupa masalah ekonomi, pertumbuhan ekonomi di kabupatennya 4,2 persen, dengan kondisi jumlah kemiskinan penduduknya masih sangat memprihatinkan.

Malahan terdapat penduduk menempati rumah tak layak huni seluas 20 m2 yang diisi 10 anggota keluarga terdiri suami dan istri, serta delapan anak mereka.

Bahkan terdapat pula penduduk berumah tak layak huni seluas 15 m2, kondisi tersebut diperparah pula terdapatnya 2.500 pengungsi miskin korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk.

Sedikitnya 2.500 penduduk miskin itu, kini berkondisi bertambah miskin akibat banjir bandang tersebut, sedangkan kemampuan Pemkab setempat selama 2014-2015 hanya bisa merehabilitasi sekitar 5.000 rumah tak layak huni.

Karena itu, Wakil Bupati sangat mendukung atau sangat respon terhadap luar biasanya program yang digulirkan Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Garut, dinilai sebagai anugerah bagi kabupaten ini, Bangga ada kawan maupun saudara bisa bersama membangun Garut secara utuh.

Masih menurut Helmi Budiman, mewujudkan kebangkitan Islam tak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakatnya, yang selama ini diakui kontribusi dari perkembangan perekonomiannya masih kurang memadai.

Sehingga diharapkan terdapat upaya penyempurnaan bersama-sama kita laksanakan, imbuh Helmi Budiman pula sekaligus berupaya kian banyaknya investor menanamkan investasinya di Kabupaten Garut.

Sebelumnya berlangsung Pelantikan Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Garut Masa bakti 2016-2021, diketuai Dedi Kurniawan, pelantikan dilaksanakan Ketua Umum Parmusi H. U. Mahisan.

Wakil Bupati Helmi Budiman selaku Pembina, sekaligus menyatakan kesiapannya secara pribadi menyumbangkan biaya rehabilitasi rumah tak layak huni, satu unit setiap tahun.

Dedi Kurniawan katakan, Parmusi seperti halnya Ormas Islam. Tak dibayang-bayangi partai politik manapun atau lepas dari kegiatan politik, Parmusi juga memiliki program unggulan dengan 25 pengurus cabang tersebar pada 25 wilayah kecamatan.

Program Parmusi, selain melaksanakan ragam kegiatan keagamaan, juga da’wah, ekonomi, dan sosial minimal mengagendakan membangun satu rumah yang semula tak layak huni setiap tahunnya.

Memandirikan perekonomian setiap kader, sehingga kartu anggota yang dimilikinya sekaligus menjadi kartu ATM pada Bank Syariah, ungkap Dedi Kurniawan, antara lain menambahkan.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here