Helmi Meradang Lantaran Investor Korea Diduga “Nyelonong”

0
19 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 27/09 – 2015 ).

Helmi Budiman, Geram.
Helmi Budiman, Geram.

Kondisi Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menjadi meradang atawa geram, lantaran terdapatnya dugaan kuat investor asal Korea Selatan “nyelonong” lakukan pengembangan kawasan obyek wisata Situ Cibeureum di Desa Sukakarya Kecamatan Samarang.

Meski proyek tersebut, berlokasi pada wilayah kewenangan Perum Perhutani “Kawasan Pemangku Hutan” (KPH) Garut. Namun Pemkab setempat justru merasa tak diberi tahu adanya proyek itu. Padahal proyek ini berlangsung sejak dua tahun silam.

Bahkan kegiatan dilakukan investor tersebut, di antaranya pembangunan tembok penahan tanggul di areal situ dua dan situ tiga, serta pembangunan dua unit bangunan vila berkonsep rumah panggung di tebing arah utara kolam.

“Kita juga heran. Padahal meskipun obyek wisata Situ Cibeureum ini merupakan kawasan Perum Perhutani KPH Garut, tetap harus ada pemberitahuan dan koordinasi dengan pemerintah daerah,” sesal Helmi, Ahad (27/09-2015).

Kendati kini kondisi tembok penahan tanggul, terutama membatasi areal situ dua dan situ tiga terlihat mengalami kerusakan. Pada bagian atas tengah tanggul tambakan situ tampak jebol. Lekukan tembok tambak pengatur debit air situ juga kering kerontang sebab pada situ tiga tak ada genangan air, melainkan langsung mengalir ke situ dua melalui lubang saluran di bawah tanggul.

Pada kawasan obyek wisata Situ Cibereum, sebenarnya memiliki tujuh buah situ berangkai membentuk huruf L itu hanya terdapat genangan air pada situ dua. Masing-masing situ memiliki luas areal sekitar satu hektare.

Dari pihak Perum Perhutani KPH Garut spun belum terdapat tanggapan mengenai persoalan ini. bahkan Humas Perum Perhutani KPH Garut Jaenal Abidin tak menanggapi saat dikonfirmasi mengenai investor asal Korea Selatan itu.

Namun sejumlah pengelola, dan penduduk sekitar biasa berdagang di lokasi wisata mengakui tambakan situ Cibeureum atawa vila di sana dibangun orang Korea Selatan. “Setahu saya memang yang membangun paving blok di tambakan situ, orang Korea, malahan kabarnya menikah dengan orang Garut,” kata Encur(60) warga Sukakarya juga pedagang di sekitar obyek wisata Situ Cibeureum.

Dia katakan pula, tembok penahan tanggul itu jebol sekitar dua tahun lalu karena tak mampu menahan derasnya tekanan air pada situ tiga semula memiliki debit genangan air lebih banyak daripada situ dua di bawahnya.

Jebolnya tembok tanggul tersebut, sempat menimbulkan suara ledakan mengejutkan penduduk. “Ledakannya dahsyat, bahkan air meluncur dari situ tiga ke situ dua pun bergelombang naik turun seperti ombak laut. Sampai-sampai waktu itu banyak pengunjung seketika menyudahi kunjungannya dan pulang karena khawatir tembok tambakan situ dua rebah. Tanggul waktu itu jebol sekitar pukul empat pagi, dan air di situ tiga baru surut sekitar pukul sembilan pagi,” ungkap Encur.

Karena itu, ungkapnya, genangan air di kawasan obyek wisata Situ Cibeureum hanya terdapat pada situ dua. Sedangkan dua situ lainnya, sekalipun sempat ditata malahan tak ada genangan air.

******

Noel, Jdh.