Harta yang Baik

0
3 views
Memproses Sampah Organik Sebelum Dipermentasi Memproduk Magot, dan Pupuk Organik di Agropark Ponpes Yadul 'Ulya Garut.

Hikmah06 Apr 2021, 03:30 WIB.

Memisahkan Bakal Magot dengan Produk Pupuk Organik di Agro Park Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

“Permasalahan harta mendapatkan perhatian khusus dalam Islam”

OLEH MUHAMMAD RAJAB

Harta merupakan salah satu perhiasan dunia yang menarik bagi manusia. Hal ini telah ditegaskan Allah dalam Alquran. “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS al-Kahf: 46).

Tidak dapat dimungkiri bahwa manusia membutuhkan harta. Karena itu, aktivitas perdagangan dibolehkan oleh Allah SWT. Bahkan, setelah melaksanakan kewajiban kepada Allah, manusia diperintahkan untuk bertebaran di muka bumi dalam rangka mencari karunia Allah (QS al-Jumu’ah: 10). 

Permasalahan harta mendapatkan perhatian khusus dalam Islam. Bahkan, masalah harta ini termasuk dari salah satu maqashid asy-syari’ah (tujuan syariat), yakni hifdz al-maal (menjaga harta). Dengan demikian, Islam pastinya juga mengatur bagaimana cara mendapatkan harta dan membelalanjakan harta tersebut dengan baik dan benar. 

Maka, harta yang baik adalah harta yang didapatkan dengan cara yang halal dan baik dan dibelanjakan dengan baik pula. Asy-Syaikh al-Allamah Fadhlullah Al-Jilani mengatakan, harta tidak akan menjadi baik kecuali jika didapatkan dengan cara-cara yang telah dibolehkan oleh

Allah serta membelanjakannya di jalan yang disyariatkan tanpa sikap berlebihan dan pelit.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya harta benda ini kelihatan hijau dan manis.

Barang siapa mengambilnya dengan cara yang baik, ia akan diberkahi, dan barang siapa mengambilnya dengan berlebihan, ia tidak akan diberkahi, yaitu seperti orang yang makan dan tak pernah kenyang, tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR Bukhari No. 5960).

Dalam Islam, penyaluran harta dapat dilakukan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Membayar zakat, misalnya, menjadi salah satu rukun Islam yang harus dilakukan bagi yang mampu. Demikian halnya dengan infak dan sedekah, dalam Alquran berinfak disebut sebagai salah satu dari ciri orang yang bertakwa (QS al-Baqarah: 3).

Penyaluran harta yang baik seperti untuk kemaslahatan kaum Muslimin bukan hanya mendatangkan pahala kebaikan bagi pelakunya di dunia. Namun, setelah mati pun akan terus mengalir.

Rasulullah SAW menegaskan, “Jika manusia meninggal dunia, segala amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya” (HR Muslim 3084).

Karena itu, sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang yang saleh. Karena orang yang saleh tidak akan mendapatkan harta kecuali dari pintu yang telah dihalalkan oleh agama. Demikian pula dalam membelanjakannya, ia akan membelanjakannya di jalan yang telah disyariatkan oleh Allah dan rasul-Nya.

Wallahu a’lam.

******

Republika.co.id/Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here