Harga Sembako Pasar Ciawitali Guntur “Terjun Bebas”

0
47 views

“Situasi Pasar Semakin Kondusif, Aman dan Nyaman”

Esay/ Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Kamis, 15/10 – 2015 ).

Akhmad Wahyudin, SE.
Akhmad Wahyudin, SE.

Perkembangan harga “Sembilan Bahan Pokok” (Sembako) di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat, sejak Rabu (14/10-2015) mengalami penurunan atawa anjlok, bahkan diperkirakan bakal terus “terjun bebas”.

Kepala Subag Tata Usaha UPTD Pasar pada Disperindag kabupaten setempat Akhmad Wahyudin, SE katakan, meski  demikian situasi pasar yang selama ini dikelolanya semakin kondusif, aman dan nyaman.

“Lantaran persediaan maupun stok ragam kebutuhan pokok serta barang penting lainnya tersedia, malahan bisa melimpah,” ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis (15/10-2015).

Akhmad Wahyudin Monitoring Harga Daging Ayam Segar.
Akhmad Wahyudin Monitoring Harga Daging Ayam Segar.

Dikemukakan, perkembangan harga sembako mengalami penurunan tersebut, di antaranya beras IR 64 kualitas satu kini harganya menjadi Rp10 ribu per kilogram, padahal sebelumnya sempat bertengger pada kisaran harga Rp11 ribu bahkan lebih.

Kemudian jenis beras IR 64 kualitas dua sekarang dapat diperoleh dengan harga Rp9 ribu per kilogram, yang sebelumnya bertahan dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Disusul telur ayam ras harganya pun kini melorot dari Rp19 ribu per kilogram menjadi Rp17 ribu per kilogram.

Minyak curah tanpa kemasan juga harganya mengalami penurunan dari Rp9 ribu menjadi Rp8.600 per kilogram.

Sedangkan daging sapi dari semula selama ini cukup lama bertengger pada harga Rp100 ribu per kilogram, kini bisa diperoleh pada kisaran harga Rp95 ribu hingga Rp96 ribu per kilogram.

Serta daging ayam ras, semula sempat bertengger pada kisaran harga Rp30 ribu per kilogram bahkan lebih per kilogramnya, tetapi kini dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram, ungkap Akhmad Wahyudin.

Dijelaskan pula, kemungkinan penurunan harga ragam mata dagangan atawa komoditi itu, bakal terus berlangsung hingga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi.

Dalam pada itu, sekarang perkembangan harga ragam komoditi lainnya pun berkondisi relatif stabil, beber Akhmad Wahyudin antara lain menambahkan keterangannya.

*******