Harga Gula Pasir Ternyata Masih Bertengger Tinggi

0
83 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 10/06 – 2016 ).

Gula Pasir.
Gula Pasir.

Sejak sebulan terakhir, ternyata harga gula pasir di Kabupaten Garut masih tetap bertengger tinggi atawa pada kisaran Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.

Sehingga memaksa para pengusaha kuliner kudu menyiasatinya agar usaha mereka bisa bertahan dengan cara meningkatkan harga jual produk. Seperti dilakukan para perajin dodol Garut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kecamatan Tarogong Kidul pada Disperindagpas kabupaten setempat, H. Dayat mengatakan, tingginya harga gula pasir dipicu minim bahkan kosongnya pasokan barang.

Lantaran berhentinya pasokan gula pasir dari daerah Cirebon. Industri gula pasir di Cirebon berhenti berproduksi sebab belum memasuki masa panen tebu, merupakan bahan baku pembuatan gula pasir.

Padahal kebutuhan Kabupaten Garut cukup tinggi, mencapai sekitar 20 ton per hari. Sekitar 15 ton di antaranya terserap memenuhi kebutuhan industri makanan, terutama dodol.

“Saat ini di gudang hanya tersedia 10 ton gula pasir per hari. Itu pun dipasok dari daerah Sumatera. Sedangkan perjalanan angkut barang dari Sumatera ke Garut melalui kapal laut cukup lama, memakan waktu sekitar 10 hari,” ungkap Dayat, Kamis (09/06-2016).

Diperkirakan panen raya tebu di daerah Cirebon berlangsung awal Juli nanti. Sehingga pada awal Juli itulah harga gula pasir diperkirakan mulai turun lagi ke harga normal.

“Dengan pasokan gula pasir dari Cirebon kembali normal, harga pun kemungkinan turun lagi dari sekarang Rp15.000/kg ke Rp11.000/kg,” katanya optimistis.

Menyiasati mahalnya gula pasir selama Ramadlan agar terjangkau masyarakat, dikemukakannya, Pemkab bakal melakukan operasi pasar pada sejumlah kecamatan sepekan menjelang Idulfitri. Guna menekan harga gula pasir, Pemkab berencana memberikan subsidi sehingga gula pasir dipatok seharga Rp11.700/kg, katanya pula.

Dalam operasi pasar ini, Pemkab menyediakan sembako. Dijelaskan, daging ayam pun disubsidi senilai Rp6.000/kg, dan daging sapi dengan subsidi Rp60.000/kg.

Harga daging ayam kini sekitar Rp32.000/kg dari semula Rp26.000/kg, dan daging sapi Rp110.000/kg.

“Daging sapi kemungkinan bisa mencapai Rp135.000/kg. Tetapi dengan disubsidi harganya bisa ditekan menjadi sekitar Rp75.000/kg. Ya mendekati apa yang diinginkan Pak Presiden,” kata dia.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here