Harga Gas Elpiji Tiga Kilogram “Mencekik Leher”

0
6 views

Garut News ( Ahad, 04/01 – 2015 ).

Sekaligus Mengasuh Cucu. (Foto : John Doddy Hidayat).
Sekaligus Mengasuh Cucu. (Foto : John Doddy Hidayat).

Awal Januari 2015, juga diwarnai melambungnya harga sejumlah bahan pokok, dan barang kebutuhan penting lainnya di Kabupaten Garut.

Bahkan termasuk gas Elpiji kemasan tiga kilogram pun, kini harganya di pasaran berkisar  Rp25 ribu hingga Rp33 ribu setiap tabung.

“Di Bungbulang, harganya sekitar Rp28.000-Rp29.000 per tabung. Malahan di pelosoknya seperti di Desa Tegallega mencapai Rp31 ribu per tabung, hingga mencapai Rp33 ribu,” ungkap penduduk Kampung Kirey Desa Cihikeu Bungbulang, Yayan(50), Ahad (04/12-2015).

Laporan senada dikemukakan warga Kampung/Desa Cigadog Cikelet Supiah(53). Kata dia, mahalnya harga gas Elpiji bersubsidi tersebut sangat memberatkan masyarakat.

Lantaran jika beralih menggunakan minyak tanah, harganya juga mahal. Mau beralih ke kayu bakar pun susah sebab sulit mendapatkan kayu bakar kering akibat diguyur hujan terus menerus.

“Untuk agen dan beberapa pedagang mungkin tak masalah. Tetapi bagi kami masyarakat kecil, sangat berat. Bingung jadinya. Gas mahal, penghasilan turun. Kebutuhan sehari-hari malahan semuanya naik,” keluh Supiah juga pedagang makanan kecil itu.

Pantauan lapangan, harga gas Elpiji pada wilayah lintas selatan Garut sekarang berkisar Rp25.000 ke atas.

Tak jauh beda dengan wilayah tengah dan utara Garut juga rata-rata mahal, berkisar Rp22.000-Rp24.000 per tabung.

Selain harga gas Elpiji, harga bensin premium juga dikeluhkan sejumlah warga. Meski pemerintah menurunkan menjadi Rp7.600 per liter, harga premium di tempat eceran masih tetap bertenggerf Rp9.000-Rp10.000 per liter.

Para pengecer pun beralibi tetap memasang harga premium pasca-kenaikan harga lantaran persediaan premiumnya dibeli sebelum terjadi penurunan harga.

“Kalau mau menghadapi musim ramai seperti tahun baru, stok belanja kita ditambah. Enggak tahunya, harganya turun. Ya terpaksa kita jual dengan harga lama karena pembelian kita juga dengan harga lama,” beber seorang pedagang BBM bensin premium eceran di Karangsari Pakenjeng, Nanang(45).

*********

Noel, Jdh.