Harga Daging Sapi Masih Melambung

0
16 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 27/01 – 2016 ).

Asep Sudrajat Karniwa di Kios Miliknya, didampingi Akhmad Wahyudin dan Aparat UPTD Pasar Ciawitali Guntur.
Asep Sudrajat Karniwa di Kios Miliknya, didampingi Akhmad Wahyudin dan Aparat UPTD Pasar Ciawitali Guntur.

Meski Pemerintah mencabut kebijakan pengenaan Pajak Penambahan Nilai (PPN) 10% bagi seluruh ternak impor dan dalam negeri, tetapi harga daging sapi pada sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Garut masih tetap tinggi, atawa tak serta merta bisa kembali turun.

Harga komoditi tersebut saat ini pada kisaran Rp96.000-Rp100.000 per kg. Hanya mengalami penurunan sedikit dari sebelumnya sempat menggapai Rp120.000 per kg.

“Sebelumnya harga daging sapi sekitar Rp85.000-Rp90.000 per kg. Harganya naik menjadi sekitar Rp100.000-Rp120.000 per kg ketika PPN 10% diberlakukan. Namun sekarang turun menjadi Rp96.000-Rp100.000 per kg,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kecamatan Tarogong Kidul, Dayat, Rabu (27/01-2016).

Dikemukakan, kendati PPN 10% itu hanya dikenakan bagi sapi impor, tetapi berimbas pada naiknya harga sapi lokal. Walaupun kebutuhan daging sapi di pasar-pasar tradisional Garut hampir seluruhnya dipenuhi dari sapi lokal.

Sedangkan daging sapi impor terbatas hanya untuk memenuhi kebutuhan pusat-pusat perbelanjaan atau pasar modern. Jumlahnya pun hanya sekitar 20%.

Dia katakan, kegiatan para pedagang sapi masih berjalan normal. Tak ada aksi mogok berjualan seperti sempat terjadi di kabupaten/kota lain. Di pasar tradisional Guntur Ciawitali Garut terdapat sekitar 40 pedagang daging.

Salah seorang peternak sapi, Dida K. Endang juga katakan, naiknya harga sapi lokal tak terhindarkan sebagai efek pemanfaatan momen bagi pihak tertentu. Khususnya para peternak sapi lokal di Jawa Tengah disebut-sebut stok sapinya berkurang.

“Permenkeu soal PPN 10% sapi impor ini memang dicabut. Tetapi apakah itu untuk selamanya atau sementara, nggak jelas,” kata Dida.

Pensiunan Kabid Bina Usaha pada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut itu mengungkapkan, seharusnya daging sapi tak terkena pajak lantaran termasuk salah satu dari sembilan bahan kebutuhan pokok, imbuhnya.

********

( nz, jdh ).