Harga Cabe “Inul” Garut Menjadi Makin Bergejolak

0
132 views
Akhmad Wahyudin.

“UPTD Pasar Ciawitali Guntur Kerap Selenggarakan Inspeksi Perkembangan Harga”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 22/12 -2016 ).

Akhmad Wahyudin.
Akhmad Wahyudin.

Kini kian banyak kalangan konsumen terutama ibu rumah tangga mulai resah menjelang liburan panjang pergantian tahun 2016 – 2017, lantaran barang “kebutuhan pokok masyarakat” (kepokmas) pada sejumlah pasar tradisional termasuk Pasar Induk Ciawitali Guntur Garut mengalami kenaikan harga dinilainya signifikan terutama sejak dua hari terakhir.

Bahkan gejolak harga paling mencolok terjadi pada komoditas jenis sayuran terutama cabe inul kini mencapai Rp80.000 per kilogram (/kg).

“Meski tak mengagetkan, naiknya harga barang-barang sekarang ini. Terlalu sering mengalaminya. Di kita, harga barang-barang bisa naik kapan pun. Namun sungguh menjengkelkan. Apalagi bagi kami berpendapatan pas-pasan,” ungkap Ny Sa’adah (69) penduduk Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (22/12-2016

aa190Seorang pedagang Pasar Mandalagiri Dadang S (43) juga katakan, sejak dua hari terakhir sejumlah barang kepokmas terutama sayuran mengalami kenaikan harga signifikan. Namun harga sejumlah komoditas lainnya justru menurun.

“Kini, harga cabai inul memang paling tinggi, mencapai Rp80.000 per kg. Selada bokor melonjak tajam pula, biasanya hanya Rp700 per kg, menjadi Rp4.000 per kg,” katanya.

Dia menduga kenaikan harga komoditas banyak dibutuhkan masyarakat tersebut, disebabkan kurangnya pasokan dari sentra-sentra penghasil.

Sehingga terjadinya kenaikan harga sejumlah kepokmas itu, pihak “Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar” (Disperindagpas) Kabupaten setempat pun kerap menyelenggarakan inspeksi lapangan. Memantau langsung dinamika perkembangan harga ragam jenis komoditi kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami melakukan inspeksi. Memang ada beberapa komoditas harganya naik, tetapi sebagian justru turun,” ungkap  Kepala Unit Pelaksana Teknis Disperindagpas Kecamatan Tarogong Kidul, Ahmad Wahyudin, SE.

aa196Dikemukakan, selain cabe inul, cabe rawit hijau semula Rp30.000/kg menjadi Rp55.000/kg, disusul cabe rawit merah menjadi Rp35.000/kg, telur ayam ras semula Rp18.000/kg menjadi Rp19.000/kg, serta daging ayam potong semula Rp26.000/kg menjadi Rp31.000/kg.

Sedangkan komoditas mengalami penurunan harga di antaranya cabai merah semula Rp40.000/kg menjadi Rp30.000/kg, sedangkan tomat kini hanya dihargai sekitar Rp2.000-Rp3.000/kg.

Menurut Ahmad, kepokmas terutama mata dagangan cabai rawit mengalami lonjakan harga cukup signifikan karena pasokan dari sejumlah sentra penghasil mengalami penurunan, sedangkan permintaan barang justru meningkat.

Banyak daerah penghasil mengalami kegagalan panen akibat cuaca buruk. Tanaman rusak diserang hama, ungkapnya.

“Di Garut juga meski termasuk daerah penghasil sayuran khususnya cabai-cabaian, namun kini belum memasuki masa panen. Sebagian rusak karena cuaca buruk,” ujarnya.

Ahmad Wahyudin juga memerkirakan kenaikan harga sejumlah kepokmas bisa berlangsung hingga memasuki pergantian tahun 2016 ke 2017 mendatang.

*********

(nz, jdh).