Harga Beras Bersama Sayuran Garut Melesat Naik

0
25 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 07/12 – 2015 ).

H. Dayat.
H. Dayat.

Harga beras bersama sayuran di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat, kini melesat naik. Bahkan masih belum bisa dipastikan hingga memasuki pergantian tahun 2015/2016 mendatang.

Apakah bisa kembali menurun, tetap, atawa malahan kian melambung….?

Kepala UPTD Pasar pada Disperindag kabupaten setempat H. Dayat, S.Sos antara lain didampingi Koordinator Lapangan Abdurohman katakan, beras jenis IR 64 kualitas satu kini bertengger pada harga Rp9 ribu dari sebelumnya Rp8 ribu per kilogram.

Disusul IR kualitas dua Rp8 ribu padahal sebelumnya Rp7.500 per kilogram, kemudian beras setra Rp10.500 dari sebelumnya Rp10 ribu per kilogram, dan beras jembar Rp11 ribu dari Rp10 ribu per kilogram.

Sedangkan jenis beras pandan wangi juga Rp11 ribu dari sebelumnya Rp10 ribu per kilogram, ungkap mereka di ruang kerjanya kepada Garut News, Senin (07/12-2015).

Abdurohman Analisis Perkembangan Harga Sembilan Bahan Pokok.
Abdurohman Analisis Perkembangan Harga Sembilan Bahan Pokok.

Mereka kemukakan pula, cabe merah gepeng luar biasa harganya melesat mengangkasa menjadi Rp40 ribu per kilogram sejak 30 Nopember 2015 lalu, padahal sebelumnya bisa diperoleh dengan harga Rp16 ribu per kilogram.

Telur ayam ras Rp22 ribu dari Rp18 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp31 ribu yang semula Rp28 ribu per kilogram, kemudian bawang merah Rp20 ribu dari semula Rp16 ribu per kilogram, bawang putih Rp20 ribu dari semula Rp18 ribu per kilogram.

Selanjutnya buncis Rp14 ribu dari semula Rp10 ribu per kilogram, kol Rp6 ribu dari semula Rp4 ribu per kilogram, daging sapi tetap bertengger pada harga Rp100 ribu per kilogram, kelapa parut Rp10 ribu dari semula Rp8 ribu per kilogram.

Harga telur ayam kampung Rp2 ribu per butir, daging ayam kampung Rp50 ribu per kilogram, telur itik atawa bebek Rp2.500 per butir.

Dijelaskan juga, terjadinya kenaikan harga pada sejumlah mata dagangan itu, antara lain disebabkan faktor cuaca, termasuk kini saatnya para petani sedang menyelenggarakan tandur pada areal sawah mereka masing-masing, katanya.

******