Harga Bawang Merah Mereda Bisa Turunkan Inflasi

0
10 views

“Segera Monitoring Harga dan Persediaan Bahan Pokok Jelang Puasa Ramadhan 1437 H”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 25/06 – 2016 ).

Akhmad Wahyudin, SE
Akhmad Wahyudin, SE

Kepala UPTD Pasar pada Disperindagpas Kabupaten Garut, H. Dayat, S.Sos melalui Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE menyatakan, harga bawang merah di Pasar Ciawitali Guntur sejak Ahad (24/04-2016) kian mereda.

Kini berkisar Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram dari persediaan sekitar dua ton, sedangkan kebutuhannya sekitar tiga ton setiap hari.

Padahal sebelumnya selama dua pekan terakhir bertengger kuat pada harga Rp32 ribu per kilogram, sehingga menurut Akhmad Wahyudin, terjadinya penurunan harga tersebut dipastikan bisa menunjang penurunan “inflasi”. 

“Meski harga jenis komoditi itu, masih belum sepenuhnya normal atawa menjadi Rp16 ribu per kilogram. Namun optimis fluktuatif harganya bisa sempat kembali kondusif,” ungkap Akhmad Wahyudin kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (25/04-2016).

Serius Presentasikan Berfluktuatifnya Perkembangan Harga Ketika Didesak Pertanyaan Garut News.
Serius Presentasikan Berfluktuatifnya Perkembangan Harga Ketika Didesak Pertanyaan Garut News.

Sehingga kecenderungan semakin meredanya intensitas harga jenis mata dagangan ini, selain menunjang penurunan inflasi juga sekaligus dapat “mengenyahkan” serbuan pemasaran kemasan bawang merah “import” asal Tiongkok.

Sampai sekarang bertengger pada harga Rp280 ribu, atau Rp28 ribu per kilogram dari persediaan sekitar satu ton dipasok dari Pasar Caringin Bandung.

Sedangkan harga bawang putih Rp32 ribu dari semula Rp34 ribu per kilogram.

“Kepala Seksi Statistik Distribusi pada BPS kabupaten setempat, Mahdar Saleh, S.Si antara lain mengakui penurunan harga bawang merah bisa menunjang penurunan inflasi, juga dikatakan mengenai angka inflasi di Kabupaten Garut mengacu pada kondisi inflasi Kota Tasikmalaya”

Pada bagian lain keterangannya Akhmad Wahyudin mengemukakan, diagendakan pihaknya segera menyelenggarakan monitoring harga serta persediaan setiap seluruh bahan pokok, dan barang kepentingan lainnya.

Terutama menjelang Puasa Ramadhan 1437 H/2016, sebagai salah satu upaya mewujudkan stabilisasi harga sekaligus sebagai bahan laporan resmi kepada Pimpinan.

Sehingga denyut dinamika berfluktuatifnya harga itu, bakal dijadikan pertimbangan perlu tidaknya diselenggarakan operasi pasar ragam komoditi, yang memang dinilai sangat mendesak dilakukan, tandas Akhmad Wahyudin, antara lain menambahkan.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here