Hanya Tiga Sekolah Miliki “UKS”

0
33 views

Garut News ( Jum’at, 21/11 – 2014 ).

Iwan Suhendar bersama Yeti Heryati.
Iwan Suhendar bersama Yeti Heryati.

Hingga kini hanya tiga sekolah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang memiliki “Usaha Kesehatan Sekolah” (UKS).

Sedangkan kader kesehatan dari jumlah murid seluruh sekolah di kabupaten setempat, sampai sekarang baru mencapai 60 persen.

Sekolah memiliki UKS terdiri SMPN 2 Bayongbong dan berhasil meraih juara ke-3 tingkat Provinsi Jawa Barat, UKS SMAN 1 Garut, serta UKS SMPN 6 Garut.

Kepala Bidang Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Garut, Iwan Suhendar didampingi Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Anak dan Lanjut Usia, Yeti Heryati katakan, idealnya kader kesehatan sekolah tersebut berjumlah sepuluh persen dari jumlah murid setiap sekolah.

Sedangkan mengenai UKS, kini terdapat penjaringan sekitar 1.338 kader pada setiap seluruh sekolah, namun kendalanya tak setiap sekolah memiliki sarana atawa infrastruktur bisa didirikannya UKS.

Meski pada setiap sekolah umumnya terdapat kegiatan “Palang Merah Remaja” (PMR) binaan PMI kabupaten setempat.

Bidang Kesehatan Keluarga Dinkes, selama 2014 juga antara lain melakukan penanganan gizi buruk, ibu hamil, serta kesehatan balita, ungkap Iwan Suhendar.

Iwan Suhendar dan Yeti Heryati kepada Garut News, Jum’at (21/11-2014), juga mengemukakan informasi seputar balita diisukan bergizi buruk kemudian di rawat inap di Rumah Sakit Guntur, dan meninggal dunia.

Balita penduduk Maroko Kecamatan Cibalong itu, meninggal dunia lantaran dipicu penyakit HIV/AIDS positip.

Tertular dari ibu kandungnya saat proses persalinan, sedangkan ibu kandungnya tertular HIV positip dari suami, selama ini bekerja di Bekasi.

Balita ini beserta ibu kandungnya diketahui positip HIV setelah mendapatkan perawatan, padahal jika diketahui jauh sebelumnya maka dipastikan penanganan persalinan ibu melahirkan pun dilakukan khusus, atawa denganh cara “cecar” agar tak menular pada bayinya.

Demikian dikemukakan Iwan Suhendar dan Yeti Heryati.

*******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.