Hanura Raib Empat Kursi, Gerindra Raih Delapan Kursi

0
14 views
Ilustrasi. Deretan Kursi DPRD Kabupaten Garut.

Garut News ( Ahad, 21/07 – 2019 ).

Ilustrasi. Ketika Ema-Ema Gerudug Gedung DPRD Garut.

Kendati Hanura raib empat kursi, perolehan kursi Gerindra justeru malahan meroket semula empat kursi menjadi delapan kursi, menyamai populasi kursi diperoleh Golkar juga pemenang Pemilu Legislatif 2014.

Lantaran dari 16 parpol peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Garut, ada enam parpol di antaranya tak mendapatkan kursi, dan tiga parpol kehilangan kursi.

Yang tak memeroleh kursi terdiri, Gerakan Perubahan Indonesia, Berkarya, Partai Persatuan Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Sedangkan kehilangan kursi, masing-masing PDIP satu kursi semula enam kursi menjadi lima kursi (102.242 suara), Nasdem satu kursi semula dua kursi menjadi satu kursi (51.920 suara), bahkan Hanura raib empat kursi semula lima kursi menjadi hanya satu kursi (40.176 suara).

Demikian diketahui pada Rapat Pleno Penghitungan Kursi Parpol dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD kabupaten setempat Periode 2019-2024, pada sebuah hotel di Jalan Cimanuk, Sabtu (20/07-2019).

Tetapi peluang Gerindra bisa bertengger pada posisi Ketua DPRD Garut masih terganjal, lantaran total jumlah perolehan suara Golkar lebih banyak.

Pada Pemilu 2019, Gerindra mendapatkan 216.187 suara, atau berselisih 10.486 suara dari total perolehan suara Golkar (226.673 suara).

Selain Gerindra, juga mendapat tambahan kursi yakni PKB semula lima kursi menjadi enam kursi (149.307 suara), dan PKS semula empat kursi menjadi lima kursi (136.945 suara).

Meski terdapat partai kehilangan kursi, secara keseluruhan, jumlah parpol peserta pemilu memiliki keterwakilan di DPRD Garut periode 2019-2024 dari hasil Pemilu 2019 tersebut, ternyata tak berubah dari hasil Pemilu 2014 yakni sepuluh partai.

Mereka mendapatkan kursi dari total 50 kursi DPRD Garut itu, meliputi Golkar, Gerindra, PPP, PKB, PKS, Demokrat, PAN, PDIP, Nasdem, dan Hanura.

“Sesuai ketentuan, untuk posisi ketua itu menjadi hak partai mendapatkan suara terbanyak,” ungkap Ketua KPU setempat Junaidin Basri.

******

(ZN/Fotografer : JDH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here