Haedar Nashir : Muhammadiyah Berpolitik Seperlunya

0
103 views
Haedar Nashir.

“Muhammadiyah Harus Menjadi Kekuatan Yadul ‘Ulya”

Garut News ( Ahad, 03/02 – 2019 ).

Haedar Nashir.

Ketua Umum Muhammadiyah, Dr. KH. Haedar Nashir menyatakan Muhammadiyah berpolitik seperlunya, yang penting mendukung kader – kadernya agar menjadi pemimpin yang amanah untuk membawa Indonesia berkemajuan.

“Tidak berpolitik praktis, namun bersikap positip mendukung parpol yang membangun bangsa, menjadi kekuatan moral bangsa, dan menggunakan hak pilih dengan sebaik – baiknya,” ungkap Haedar Nashir ketika didesak pertanyaan Garut News mengenai orientasi politik Muhammadiyah.

Dihadapan Ribuan Peserta Tabligh Akbar.

Dia juga menyerukan agar warga Muhammadiyah menjadi pemilih yang cerdas, imbuhnya pada Tabligh Akbar 1 Windu Al – Furqon MBS Cibiuk Garut, Jawa Barat, (2012-2019), Ahad ( 03/02 – 2019 ).

“Siapa pun presidennya, Indonesia harus bisa bersaing dengan bangsa lain,” tandas doktor sosiologi lulusan UGM itu.

Berlangsung Khidmat, dan Kondusif.

Pada rangkaian Tabligh Akbar di Kampus  Al – Furqon bertemakan ‘Talent For Your Future Muhammadiyah Boarding School Cibiuk’ tersebut, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 25 Februari 1958 ini antara lain mengingatkan, Islam bisa lepas dari Indonesia jika orang – orangnya tidak peduli dengan Islam, demikian pula Muhammadiyah.

Terdapat sedikitnya 222 juta Muslim Indonesia yang merupakan jumlah terbesar di dunia, tetapi seperti buih, menggelembung besar namun hampa atau keropos, pada bidang ekonomi juga tertinggal dengan yang minoritas.

Muhammadiyah Harus Menjadi Kekuatan “Yadul ‘Ulya”.

Kita tertinggal dalam banyak hal, Muhammadiyah hadir untuk menghadirkan Islam yang berkemajuan, sehingga pemberian anugerah Allah SWT berupa akal dan pikiran serta hati. Tidak lain, untuk berfikir dengan bertafakur, tadabur dan tasyakur, kemudian Iqro.

Kolonialisme masih ada, mereka tak mau melihat kemajuan lahir dari Negara Islam. Karena itu suatu saat Muhammadiyah harus menjadi kekuatan “Yadul ‘Ulya” (tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah).

Mewisuda Lulusan Al – Furqon MBS Cibiuk Garut, Jawa Barat, Ahad (03/02-2019).

Pada bagian lain dikemukakan pula, kerap jengkel ada orang tak bekerja tetapi mendapat jatah, antara lain banyak mendapatkan perijinan mendirikan lembaga pendidikan, sedangkan yang meminta izin malahan tak diberikan izin.

Namun ungkapnya, perbuatan buruk itu akan kembali kepada yang melakukannya, tidak di dunia namun nanti di akherat akan melilit lehernya sendiri.

Bersama Pimpinan dan Keluarga Besar Al – Furqon MBS Cibiuk Garut, Jawa Barat.

Maka ada kecenderungan negara dan bangsa ini, dimanfaatkan oleh orang – orang itu, mereka leluasa lantaran tidak mengkritik, ujar mantan sekretaris ketika Ahmad Syafii Maarif menjabat ketua umum.

Dikatakan, kini Muhammadiyah memiliki tanah seluas 10 haktare di Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria di Australia yang diagendakan bisa dibangun lembaga perguruan  tinggi Muhammadiyah disana.

Bersama Keluarga Besdar Muhammadiyah Kabupaten Garut.

Selain itu, lembaga pendidikan Muhammadiyah ada di seluruh wilayah Indonesia mulai dari Aceh hingga Merauke Papua.

Bersama Kokam Muhammadiyah.

Sedangkan di Nusa Tenggara Timur, ada pemuka agama non Muslim yang justru menghibahkan tanahnya seluas tujuh hektare untuk dibangun lembaga pendidikan Muhammadiyah, bukti nyata kehadiran Muhamadiyah bisa diterima di mana pun.

Muhammadiyah pun jika disuruh memimpin bangsa, insyaalah aman dan maju, kita harus membawa misi kemajuan, jangan mengedepankan kekerasan melainkan dewasa dan berkeadaban, karena Islam pun hadir sebagai agama yang membawa peradaban dunia, ungkap Haedar Nashir pula.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here