You are here
Hadapi Mudik Lebaran, Penumpang Desak Perbaikan Terminal BERITA UTAMA 

Hadapi Mudik Lebaran, Penumpang Desak Perbaikan Terminal

“Sofyan Hidayat : Dipastikan Dibenahi Bertahap”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 20/03 – 2017 ).

Calon Penumpang Sampaikan Langsung Curah Pendapatnya Kepada Sofyan Hidayat.
Calon Penumpang Sampaikan Langsung Curah Pendapatnya Kepada Sofyan Hidayat.

Menghadapi merebak-maraknya arus mudik, dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1438 H (2017) mendatang, kalangan pengguna jasa angkutan penumpang umum, khususnya para calon penumpang kini mendesak pemerintah bisa segera membenahi sekaligus meningkatkan kualitas ragam fasilitas pendukung Terminal Tipe A Guntur Melati Garut, Jawa Barat.

Kian masifnya desakan tersebut, di antaranya dikemukakan Ny. Aoh (53) yang langsung mengemukakan curah pendapatnya kepada Kepala Satuan Pelayanan Terminal itu, Sofyan Hidayat, Senin (20/03-2017). Yang juga antara lain dikemukakan Ny. Minim asal Rancabuaya yang hendak bepergian ke Kota Bandung.

Ny. Aoh (53) Pengguna Jasa Terminalk Kemukakan Aspirasinya.
Ny. Aoh (53) Pengguna Jasa Terminalk Kemukakan Aspirasinya.

Mereka mengingatkan, hingga kini kondisi ruang tunggu penumpang sama sekali belum dilakukan perbaikan.

Meski sangat dinilai sangat diperlukan kenyamanan serta kenyamanannya.

Kemudian belum dibangunnya benteng pembatas antara komplek pasar, dengan wilayah terminal seluas sekitar dua hektare.

Disusul bangunan pos pintu masuk masuk bis angkutan penumpang umum “antar kota antar provinsi” (AKAP), serta “antar kota dalam provinsi” (AKDP), berkondisi pula tak memadai, bahkan kerap tersembur hujan deras.

Kondisi Atap Ruang Tunggu Terminal Garut, Bolong-bolong, Acap Bocor Setiap Diguyur Hujan Deras.
Kondisi Atap Ruang Tunggu Terminal Garut, Bolong-bolong, Acap Bocor Setiap Diguyur Hujan Deras.

Padahal sejak awal Januari 2017 berlangsung pasca pembelakukan Undang-Undang RI Nomor 23/2014 Tentang Pemda, yang antara lain mengamanatkan salah satu urusan pengelolaan terminal trife A, menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Menyikapi keluhan maupun desakan harapan para pengguna jasa terminal tersebut, Sofyan Hidayat kepada Garut News menjelaskan, bakal segera mengusulkannya sesuai instruksi Kemenhub, yang dipastikan akan dibenahi secara bertahap.

Kendati demikian ungkap Sofyan Hidayat, jasa pelayanan setiap seluruh pengelola terminal berupa kebersihan, ketertiban, serta faktor kemanan pemeriksaan moda angkutan senantiasa mendapatkan perhatian serius, sehingga kualitasnya semakin ditingkatkan.

Kian Berkondisi Memprihatinkan.
Kian Berkondisi Memprihatinkan.

Bahkan pihaknya pun, kian gencar memprioritaskan faktor pendukung keselamatan juga kenyamanan para pengguna jasa bis angkutan penumpang umum AKAP), serta AKDP, sebagai salah satu upaya persiapan sedini mungkin menghadapi liburan dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 2017, imbuhnya.

Karena itu, sejak sebulan terakhir hingga kini kian “intens” menyelenggarakan proses pemeriksaan kelaikan jalan, serta persyaratan teknis lainnya pada setiap seluruh kendaraan bis yang diberangkatkan dari terminal ini.

Malahan kegiatan pemeriksaan itu masih terus gencar dilakukan, meski terdapat penurunan operasional 50 persen moda angkutan ini.

Pos Pintu Masuk Terminal Kerap Tersembur Hujan Deras.
Pos Pintu Masuk Terminal Kerap Tersembur Hujan Deras.

Sebab ditemukan banyak pelanggaran, sehingga sekarang para pemilik beserta operatornya masih melengkapi dokumen, sekaligus melakukan upaya perbaikan, agar bisa kembali mendapatkan izin berangkat maupun operasional.

Dikatakan, jenis pelanggaran yang berhasil ditemukan didominasi habis pakainya kartu pengurus maupun trayek yang harus segera diperpanjang.

Kemudian antara lain pelanggaran berupa tak terpenuhinya persyaratan teknis kendaraan, sehingga terpaksa sementara tak diijinkan berangkat sebelum tuntas memenuhi seluruh faktor yang disyaratkan.

Mendesak Segera Dibangun Benteng Pembatas, antara Pasar Dengan Wilayah Terminal.
Mendesak Segera Dibangun Benteng Pembatas, antara Pasar Dengan Wilayah Terminal.

Dijelaskan pula, dari sekitar 92 unit bis AKAP selama ini beroperasi.

Terdapat 46 unit bis di antaranya yang kini tengah melengkapi kelengkapan persyaratan teknis, beserta dokumennya.

Demikian juga dari sekitar 60 unit bis AKDP, terdapat 30 unit bis yang kini para pemilik beserta operatornya.

Melakukan beragam upaya perbaikan, serta kelengkapan persyaratan dokumen operasionalnya.

Pihak pengelola Terminal Tipe A Guntur Melati Garut, selain tetap “concern” menyelenggarakan beragam pemeriksaan.

Mendesak Pula Dilakukan Pengaspalan Areal Terminal.
Mendesak Pula Dilakukan Pengaspalan Areal Terminal.

“Juga senantiasa mewujudkan kondisi terminal bersih dan sehat”.

Selain itu pula ungkapnya,

Melaksanakan kegiatan pencatatan volume arus kedatangan serta keberangkatan penumpang beserta kendaraan AKAP, dan AKDP.

Pemantauan kelaikan jalan seluruh moda angkutan penumpang umum, pengelolaan administrasi, serta perkantoran.

Diselenggarakan juga proses pencatatan jika terdapat pelanggaran operator kendaraan, tandasnya.

Menyusul,

Belum Dibangunnya Benteng Pembatas Kerap Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Pasar, Juga Terancam Berdirinya Bangunan Liar.
Belum Dibangunnya Benteng Pembatas Kerap Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Pasar, Juga Terancam Berdirinya Bangunan Liar.
Aksi Kebersihan Pengelola Terminal, Senin (20/03-2017).
Aksi Kebersihan Pengelola Terminal, Senin (20/03-2017).

Terminal Guntur Melati Dikelola 79 Personil Termasuk Kepala Satuan Pelayanan Terminal. Memantau pula kondisi moda angkutan, terutama yang memenuhi unsur “load factor” maupun daya muat yang dinilai melebihi kapasitas, tandas Sofyan Hidayat antara lain menambahkan.

 

********

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment