Hadapi Liburan Panjang Produktivitas Dodol Garut Ditingkatkan

0
92 views
Fotografer : John Doddy Hidayat
Garut News ( Sabtu, 24/12 – 2016 ).
aa190– Memasuki masa liburan panjang libur sekolah, cuti bersama hingga pergantian tahun 2016 – 2017, sejumlah pengusaha/pengrajin kuliner dodol garut sejak dini meningkatkan produktivitasnya mencapai dua tiga kali lipat dari biasa.
Lantaran, bersamaan memasuki masa liburan panjang tersebut, permintaan terhadap produk dodol garut juga meningkat signifikan. Baik dari distributor maupun konsumen. Apalagi Garut merupakan salah satu daerah tujuan wisata cukup favorit di Jawa Barat yang diperkirakan bakal mendapat kunjungan wisatawan cukup melonjak pada liburan panjang akhir tahun ini.

Meski naiknya sejumlah bahan baku dodol seperti beras ketan kini dirasakan para pengusaha/pengrajin cukup mengganggu pada upaya peningkatan produksi maupun harga jual dodol.

aa196“Beras ketan putih sekarang harganya naik berkisar Rp10.500 hingga Rp12.000 per kilogram. Belum lagi ongkos giling menjadi tepung Rp300 hingga Rp500 per kilogram. Tetapi, harga jual dodol kita rencanakan tetap standar saja, tak naik,” ungkap pengusaha dodol di Karangpawitan Ny. Jubaedah didampingi suaminya Akhmad Wahyudin, Jum’at (23/12-2016).

Diyakininya, peningkatan produksi juga dilakukan para pengusaha dodol garut lainnya. Pengusaha menggunakan merk dengan namanya sendiri “Jubaedah” itu katakan, naiknya harga beras ketan terjadi disebabkan kekurangan stok barang menyusul banyaknya sentra beras ketan di sejumlah daerah mengalami gagal panen akibat cuaca buruk. Termasuk daerah Subang merupakan pemasok terbanyak beras ketan bagi Garut.

“Memang Garut juga sentra penghasil beras. Tetapi jarang petani bertanam khusus beras ketan,” ujarnya.

 Dea Rahadian Hidayati, S.I.Kom Pewarta Garut News Biro Bandung.

Dea Rahadian Hidayati, S.I.Kom Pewarta Garut News Biro Bandung.

Dikemukakan, menghadapi masa liburan panjang akhir tahun ini pihaknya menyiapkan pula produk dodol garut asli menjadi sekitar dua ton per hari dari biasanya satu ton per hari. Sedangkan harganya dipatoknya berkisar Rp11.000-Rp12.000 per kilogram, tergantung jenis varian, dan kemasannya.

Dodol garut diproduksinya tersebut selain dipasarkan di daerah Garut, juga dipasarkan ke luar Garut bahkan luar pulau Jawa.

Ungkapan senada dikemukakan pengusaha dodol garut “Karya Baru” Dani Riswanda. Dikatakan pihaknya meningkatkan produksi dodol garut hingga tiga kuintal dari biasanya satu kuintal per hari menghadapi musim liburan panjang akhir tahun ini.

“Kita memroduksi dodol kemasan kebanyakan ukuran 1-3 ons per dus. Kalau dirata-rata harganya per kilogram sekitar Rp16.000,” ujarnya.

Dijelaskan, dodol garut diproduksinya itu kebanyakan dipasarkan di luar Garut terutama di lokasi-lokasi wisata.
“Kita memang sasarannya di luar Garut, di tempat-tempat wisata, seperti di Ciater, Lembang dan lainnya. Sehingga bagi yang tak sempat datang ke Garut namun mengunjungi tempat wisata ini bisa memperoleh dodol Garut,” kata Dani.

Juabedah maupun Dani berharap musim liburan panjang akhir tahun mendatangkan berkah, dan penganan khas Garut yang mereka produksi laku habis terjual, seperti halnya sewaktu liburan panjang Idul Fitri lalu.

“Waktu musim lebaran lalu, penjualan dodol Garut meningkat tajam. Padahal harganya dinaikkan karena harga bahan baku gula juga naik. Alhamdulillah ! Mudah-mudahan saja liburan panjang akhir tahun sekarang juga seperti itu,” kata Dani.

Berdasar data di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Garut mencatat unit industri rumahan dodol garut tersebar di sentra industri dodol di Kecamatan Cilawu, Bayongbong, Karangpawitan, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Kecamatan Kadungora.

********
(nz, jdh).

SHARE
Previous articleMengetuk Pintu Langit
Next articleHalaqah Pesantren (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here