Guru Besar Unpad – Lulusan ITB Wujudkan Kepedulian Sosial

0
53 views

Garut News ( Kamis, 25/06 – 2016 ).

Ilustrasi. Kaum Ibu di Kampung Panawuan Bergotong-royong Mengangkut Batu dan Pasir Untuk Membangun Masjid. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Kaum Ibu di Kampung Panawuan Bergotong-royong Mengangkut Batu dan Pasir Untuk Membangun Masjid. (Foto: John Doddy Hidayat).

Inilah Guru Besar Sejarah Universitas Pajajaran (Unpad) Nina Herlina Lubis, memiliki kebiasaan cukup unik setiap menyambut bulan suci Ramadhan.

Perempuan asal Cikajang Garut tersebut, sejak tiga tahun lalu bersama lulusan  Institut Teknologi Bandung (ITB) bergotong-royong menghimpun dana untuk perbaikan rumah tak laik huni (rutilahu) masyarakat duafa dan jompo.

Kaum Ibu di Kampung Panawuan Bergembira Bekerja Bhakti Bangun Masjid. (Foto: John Doddy Hidayat).
Kaum Ibu di Kampung Panawuan Bergembira Bekerja Bhakti Bangun Masjid. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sedangkan pada Ramadhan 1436 H/2015 ini, Nina bahkan menyempatkan diri mengunjungi langsung rumah seorang jompo, Yayah(80), di Kampung Tabrik Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Garut.

Mendadak sontak, dia yang datang bersama sastrawan Sunda Usep Romli HM menyatakan siap memerbaiki rumah berukuran 20 m2 itu.

Tak hanya basa-basi. Seketika itu juga, Nina meminta tetangga terdekat Yayah kebetulan menjadi Ketua RT setempat mencarikan tukang bangunan untuk diukur dan dibuatkan site plant pembangunan rumah layak huni.

Inilah Wajah Kemiskinan di Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
Inilah Wajah Kemiskinan di Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).

Pada hari itu pula, dia menggelar musyawarah dengan penjabat kepala desa setempat untuk memerbaiki rutilahu milik Yayah. Dia pun menitipkan uang Rp2,5 juta pada penjabat kepala desa dan memintanya membelikan bata merah sebanyak 5.000 buah.

Seakan tak kenal lelah, Nina sendiri menuju toko bahan bangunan di Wanaraja berbelanja semen, pasir, kusen, keramik, toilet, dan bahan  material lainnya.

Nina pun sempat mengobrol dengan Yayah tentang keseharian, sebelum kemudian membawakannya oleh-oleh berupa beras, minyak sayur, mi instan, dan makanan ringan lainnya.

Perempuan Perkasa Didera Kemiskinan di Garut, Jawa Barat. (Foto; John Doddy Hidayat).
Perempuan Perkasa Didera Kemiskinan di Garut, Jawa Barat. (Foto; John Doddy Hidayat).

Yayah pun haru-biru tampak tak kuasa menahan air matanya menerima perhatian dan bantuan Nina dan rekan-rekannya itu.

“Saya sangat terketuk hati  begitu melihat foto (rumah Yayah) diposting H Usep Romli. Lalu saya ajak beliau meninjau lokasi. Setelah saya lihat rumah nenek Yayah ini, tanpa pikir panjang, saya ingin langsung membangun rumah tersebut dan ingin Lebaran nanti nenek Yayah bisa menempati rumah baru,” imbuh Nina, Rabu (24/06-2015).

Dikemukakan, rumah Yayah sangat tak laik huni. Rumah berdindingkan anyaman bambu berlantai tanah itu tak memiliki kamar tidur, apalagi kamar mandi. Rumah ini terkesan hanya sebuah ruangan dapur dipenuhi kayu bakar. Lampu penerangan pun hanya lima watt.

Dikatakan Nina, kegiatan tahunan melakukan perbaikan rutilahu menjelang atawa selama Ramadhan tersebut pertama kali dilakukan tiga tahun lalu di wilayah Kecamatan Cibiuk membangun satu unit rumah duafa.

Tahun berikutnya dia membangun dua rumah duafa, serta perbaikan dua ruangan madrasah di Kecamatan Malangbong.

“Tahun ini, Insya Allah akan dibangun rutilahu nenek Yayah di Sucinaraja ini,” ungkapnya.

Menurutnya, program lain digarapnya bersama rekan senat dan dosen Unpad membangun Rumah Mahasiswa Duafa di daerah Jatinangor.

Tujuannya, bisa menampung para mahasiswa duafa tak punya kosan atau rumah kontrakan sehingga terpaksa mereka kerap tinggal di masjid atau di ruang sekretariat senat.

“Kita harapkan adanya Rumah Mahasiswa Duafa ini mereka bisa nyaman kuliah dengan baik, dan menginap bersuasana tempat tinggal bersih, nyaman, dan sehat,” beber Nina Herlina Lubis.

*********

Noel, Jdh.