Gunungapi Guntur Kembali Ditutup Bagi Aktivitas Pendakian

0
15 views
KobaRAN aPI Dilihat Dari jauh.

Garut News ( Jum’at, 28/09 – 2018 ).

Kobaran Api Dilihat Dari Jauh.

Kini kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunungapi Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinyatakan tertutup bagi aktivitas pendakian.

Penutupan kawasan tersebut, sejak Jum’at ( 28/09 – 2018 ) pagi, hingga waktu belum ditentukan, lantaran kebakaran melanda lahan hutan TWA/Cagar Alam (CA) Gunungapi Guntur kian meluas.

Gunungapi Guntur Garut.

“Kita buatkan edaran, mulai hari ini, aktivitas pendakian ke Gunungapi Guntur ditutup. Pos tiket juga disetop. Ini berlaku hingga waktu belum ditentukan,” ung Kepala Seksi Wilayah V Garut pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar, Purwantono.

Kawasan gunungapi Guntur, salah satu lokasi favorit aktivitas wisata pendakian di Kabupaten Garut. Ratusan pendaki dari pelbagai daerah biasa mendaki gunung berketinggian sekitar 2.249 mdpl itu setiap pekannya.

Terutama Sabtu, dan Ahad. Pada Jum’at sore pun biasanya para pendaki mulai berdatangan.

Purwanto katakan, titik api kebakaran pertama kali terlihat di Blok Seureuh Jawa pada Kamis ( 27/09 – 2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

Banyaknya rerumputan, ilalang, semak belukar dan pepohonan kering akibat kemarau diperparah tiupan angin cukup kencang menjadikan api dengan cepat membesar, dan menjalar ke lokasi lain, terutama kawasan Blok Legok Jambu, dan Rejeng.

Petugas BBKSDA dibantu instansi lain terus berupaya melakukan pemadaman. Namun api sulit dipadamkan. Besarnya api bisa membahayakan keselamatan, juga kondisi medan sulit dijangkau.

Meski penyebab kebakaran belum diketahui, Purwanto tak menyangkal kemungkinan penyebabnya lebih mengarah pada faktor kelalaian aktivitas manusia.

“Luas lahan terbakar juga masih belum dipastikan karena kebakaran masih berlangsung. Kita juga mesti melakukan pemetaan. Yang pasti ada puluhan hektare terbakar,” kata Purwanto.

Dia kembali mengimbau masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadi kebakaran serupa di daerah lainnya. Bahkan, sejak memasuki kemarau, pihaknya melakukan imbauan dan memasang spanduk larangan membakar hutan atau melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran di sejumlah lokasi rawan kebakaran pada kawasan-kawasan BBKSDA di kabupaten setempat.

“Bukan hanya di kawasan Gunungapi Guntur,” imbuhnya.

“Kebakaran di kawasan hutan CA/TWA itu kerugian ekologisnya sangat besar. Tak ternilai. Upaya pemulihannya pun tak mudah, dan memakan waktu sangat panjang,” ungkapnya pula.

Hingga Jum’at sekitar pukul 13.48 wib, kebakaran melanda kawasan gunungapi Guntur masih tampak berlangsung, dan kian meluas.

“Memang sebetulnya mengerikan, tetapi kalau malam sih apinya kelihatannya indah. Kelihatan semarak. Apalagi cuacanya cerah,” kata Didi, penduduk Tarogong Kaler.

*******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.