Gunungapi Guntur Masih Dijadikan Ladang Pembantaian Alam/Lingkungan

0
32 views

Garut News ( Jum’at, 20/03 – 2015 ).

 

Inilah Ladang Pembantaian Alam dan Lingkungan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Inilah Ladang Pembantaian Alam dan Lingkungan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sedikitnya 50 penduduk tergabung “Aliansi Masyarakat Peduli Gunung Guntur” (AMPGG) kembali mendesak Pemkab Garut, dan Pemprov Jawa Barat menindak tegas para pelaku penambangan liar galian c.

Serta kejahatan lingkungan lainnya di kawasan hutan “Taman Wisata Alam” (TWA), dan “Cagar Alam” (CA) Gunungapi tersebut.

Lantaran meski surat pelarangan aktivitas galian C telah dikeluarkan Bupati, bahkan “Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam” (BBKSDA) Jabar, dengan melakukan penutupan kawasan dari aktivitas penambangan berikut pemasangan portal pada sejumlah akses masuk kawasan.

Alat Berat Menghujam Gerogoti Bumi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Alat Berat Menghujam Gerogoti Bumi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Namun, aktivitas penambangan liar masih marak hingga saat ini.

Malahan ternyata bukan hanya penambangan dilakukan pelaku tambang tradisional menggunakan alat sederhana, melainkan juga penambangan besar-besaran menggunakan alat berat.

Sehingga sangat dikhawatirkan jika penambangan liar terus dibiarkan, bisa menimbulkan kerusakan alam, serta memicu bencana dapat menelan korban jiwa atawa harta.

“Kami minta jangan hanya mengeluarkan surat, dan surat, tetapi tak ada realisasi. Sekalipun ada komitmen penegakkan hukum, namun terpenting justru kapan aksi penindakannya dilakukan. Kami jenuh datang ke gedung dewan. Sedangkan Guntur kian hancur,” ungkap Ateng, salah seorang warga saat beraudensi dengan Bupati dan jajarannya difasilitasi Komisi B DPRD setempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jumat (20/03-2015) sore.

Menanggapi desakan tuntutan itu, Bupati Rudy Gunawan didampingi Wabup Helmi Budiman menyatakan pihaknya berkomitmen dengan instansi terkait serius menindak tegas para pelaku penambangan liar di kawasan Gunungapi Guntur itu ke jalur hukum.

Dia bahkan menyatakan siap menjadi saksi karena memiliki sejumlah bukti foto dan video dari peninjauannya ke lapangan sekitar dua pekan lalu, katanya.

Kami takkan pernah berikan izin (penambangan). Kami juga tak mau dilecehkan perusahaan-perusahaan penambangan (liar) itu, katanya pula.

Rudy menegaskan aksi penegakkan hukum terhadap para penambang liar di kawasan Gunungapi Guntur selambatnya dilakukan sebelum 6 April 2015 mendatang, sebelum dirinya berangkat mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklatpim) di Jakarta.

 

Aktivitas Penambangan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Aktivitas Penambangan. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Pada 6 April saya mengikuti pendidikan, dan PLH (Pelaksana Harian) diserahkan ke Wabup. Nah, sebelum itu, apapun akan saya lakukan. Kami siapkan langkah dan strategi dalam penegakan hukum,” janji bupati.

Ungkapan senada dikemukakan Kepala “Satuan Tugas Penegakkan Hukum Lingkungan” (Satgas Lingkungan) Terpadu Provinsi Jawa Barat juga Kepala “Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah” (BPLHD) Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna, yang hadir bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Garut pada pertemuan ini.

Dia menyatakan pihaknya berkomitmen menangani dan menindak para pelaku penambangan liar di Gunungapi Guntur, berikut delapan titik lainnya terjadi kerusakan hutan.

Apalagi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup meminta kasus perusakan Gunung Guntur oleh para penambang liar tersebut, agar diselesaikan dalam waktu tak lama.

Sebab berdasar hasil penelitian Badan Vulkanologi diketahui kawasan Gunungapi Guntur sangat dilarang dijadikan areal penambangan karena sangat rawan terjadi kebencanaan, berupa erupsi maupun longsor, imbuhnya.

********

Noel, Jdh.