Guncangan Gempa Kebumen Terasa Hingga Kabupaten Garut

0
8 views

Garut News ( Sabtu, 25/01 – 2014 ).

Seorang Penduduk Renungi Dampak Bencana Cisewu, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).
Seorang Penduduk Renungi Dampak Bencana Cisewu, Garut, Jawa Barat. (Foto: John Doddy Hidayat).

Berdasar informasi “Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisiki” (BMKG), gempa berkekuatan 6,5 pada “Skala Richter” (SR), berlangsung Sabtu (25/01-2014), pukul 12:14:20 WIB.

Berlokasi : 8.48 LS-109.17 BT, berkedalaman : 48 Km, pada 104 km Barat Daya Kebumen, Jawa tengah.

Namun tak berpotensi Tsunami.

Meski demikian guncangannya terasa besar di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sehingga sebagian besar penduduk setempat, sempat panik dan berhamburan keluar rumah, termasuk pada perkantoran buka berikan pelayanan publik.

Di antaranya rumah sakit dan Puskesmas.

Bahkan banyak di antara penduduk, juga bereteriak sambil mengumandangkan Takbir.

Sedangkan Kabupaten Garut, terbaring bisu pada wilayah seluas 307.407 km2, dihuni sekitar 2,7 juta penduduk, tersebar pada 42 kecamatan, 421 desa, serta 21 kelurahan.

Hingga kini masih menjadi kawasan paling rawan bencana alam di Indonesia.

Beragam potensi bencana terdapat di kabupaten berbatasan dengan Kabupaten Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, dan Kabupaten Cianjur itu.

Bencana banjir termasuk banjir lumpur, longsor, gempa bumi, tsunami, pergerakan tanah, dan erupsi gunungapi, bisa kapan pun terjadi pada kabupaten luas hutannya sekitar 107.000 hektare ini.

Lantaran, juga sepanjang 83 km lepas pantai wilayah Garut selatan langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, membentang sekitar 10.000 km dari Pantai Afrika di barat hingga Kepulauan Asia Tenggara di timur.

Pada dasar Samudera Hindia, terdapat tiga “Igir” membentuk hurup “Y” terbalik.

Ketiga Igir tersebut, pertemuan tiga lempeng benua, aktivitas vulkanik kerap terjadi disini.

Angin musim, penyebab arus Samudera Hindia berbalik arah, antara Maret dan Agustus.

Selain itu, sejak ribuan tahun lalu menjadi rute perdagangan penting, antara belahan bumi timur, dan barat.

Pedagang pertama mengarungi perairan ini, orang Mesir Kuno, mereka berlayar di sepanjang Pantai Timur Afrika, pada lebih dari 4.000 tahun lalu.

Pada abad 15, para Penjelajah Eropa melakukan pelayaran pertama mengarungi Samudera Hindia sampai ke Asia.

Para pedagang lain kemudian menyusul, dan membawa pulang sutera, rempah-rempah, serta teh dari India dan Cina.

Saat ini, kapal tanker raksasa berlayar dari Teluk Persia, menuju banyak pelabuhan internasional.

Kapal-kapal itu, berlayar pula melewati Laut Merah, dan Terusan Suez Eropa.

*******

 John.