Gerhana Memperbaiki Data Hisab

0
12 views

Garut News ( Rabu, 24/02 – 2016 ).

Lajnah Falakiyah NU Kabupaten Gresik dan warga melihat proses pengamatan terjadinya gerhana matahari cincin di Masjid Agung Jawa Tengah, Kota Semarang, tahun 2010. (KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA).
Lajnah Falakiyah NU Kabupaten Gresik dan warga melihat proses pengamatan terjadinya gerhana matahari cincin di Masjid Agung Jawa Tengah, Kota Semarang, tahun 2010. (KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA).

Peristiwa Gerhana Matahari yang akan terjadi di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang bukan saja dinanti oleh para astronom untuk berburu dan mempelajarinya.

Para ahli falak atau mereka yang hendak memahami perlintasan benda-benda di langit sebagai dasar untuk penentuan batas waktu, juga menantikan fenomena serupa untuk memeriksa ulang akurasi penanggalan hijriah yang mengandalkan perhitungan berdasarkan posisi bulan.

“Akurasi data hisab (perhitungan) sangat penting. Salah melakukan hisab terhadap posisi Bulan bisa menimbulkan kesalahan dalam pengambilan kesimpulan untuk menentukan awal bulan dalam kalender,” kata anggota Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pengurus Besar NU Hendro Setianto, Sabtu (20/2).

Dalam ilmu falak, Gerhana Matahari merupakan ijtimak yang terlihat. Ijtimak sendiri adalah kesegarisan matahari, bulan, dan bumi dan dipakai sebagai penanda dimulainya fase bulan baru untuk menandai awal bulan pada kalender hijriah.

Ketidakcermatan dalam pengamatan bisa berakibat pada kesalahan penentuan awal bulan dalam kalender atau posisi hilal.

 

Bukan hanya peristiwa astronomi mengenai gerhana saja, ada banyak ilmuwan yang memanfaatkan momen tersebut untuk mempelajari hal-hal lain mulai aspek biologi terkait gerhana hingga matahari. Inilah satu momen yang bisa menyatukan mereka yang datang dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang.
—-

Penulis : Didit Putra Erlangga Rahardjo
Editor : Wisnu Nugroho A/Kompas.com