Geologi Pertambangan SMKN 2 Garut Paling Banyak Diminati

0
472 views

“Bidani Robot Pencarian Korban Bencana Alam, Serta Modivikasi Mobil Siaga Bencana”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 31/03 – 2016 ).

Kepala SMKN 2 Garut.
Kepala SMKN 2 Garut.

Pada penghujung Maret 2016, edisi khusus Garut News mengangkat bidang “sains” selama ini menjadi salah satu komitmen kuat setiap seluruh pengelola SMKN 2 Garut.

Juga senantiasa “konsisten” sebagai satu-satunya sekolah “penyangga bencana”

Menyusul Kabupaten tersebut, termasuk kawasan paling rawan berpotensi terjadinya ragam jenis bencana alam di Indonesia.

Berupa ancaman letusan gunungapi, tanah longsor dan banjir lumpur, pergerakan tanah, kebakaran hutan , serta ancaman maut bencana tsunami, lantaran kabupaten ini berbatasan langsung dengan lintasan perairan internasional, “Samudera Hindia”

Inilah Nurdianto Bersama Prototipe Robotica Pencari Korban Bencana Alam Produk SMKN 2 Garut.
Inilah Nurdianto Bersama Prototipe Robotica Pencari Korban Bencana Alam Produk SMKN 2 Garut.

Sehingga lembaga pendidikan formal kejuruan itu, selama ini pun di antaranya senantiasa menjalin kebersamaan dengan jajaran “Palang Merah Indonesia” (PMI) kabupaten setempat, dan Pelaksana BPBD.

Meski sejak tiga tahun terakhir, dari seluruh jurusan tersedia justru jurusan geologi pertambangan paling banyak diminati. Kendati kuotanya dibatasi masing-masing sekitar 180 murid kelas 10, 11 dan kelas 12.

Disusul jurusan otomotif teknik kendaraan ringan dengan peserta didik masing-masing sekitar 100 pada kelas 10, 11, serta kelas 12.

Kepala SMKN 2 Garut, Drs H. Aban Suryana, M.Si didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Nurdianto, S.Pd, MT mengemukakan jurusan lainnya, terdiri teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik, teknik elektro meliputi audio vidio, dan elektronika industri.

Produk Prototipe Robotica SMKN 2 Garut, Masih Menunggu Sentuhan Investor Untuk Meangaplikasikannya.
Produk Prototipe Robotica SMKN 2 Garut, Masih Menunggu Sentuhan Investor Untuk Meangaplikasikannya.

Kemudian jurusan multi media, teknik gambar bangunan (arsitektur), serta broadcasting (penyiaran), ungkap mereka di ruang kerjanya, Kamis (31/03-2016).

Kepada Garut News, Aban Suryana juga katakan total jumlah peserta didiknya kini mencapai 2.138 murid dikelola 200 an tenaga pendidik, dan kependidikan. Sedikitnya pula terdapat 32 tenaga pendidik di antaranya berbasis lulusan strata dua (S2).

Kampusnya didirikan pada areal sekitar empat hektare, selama ini kerap tampil pada pelbagai ajang lomba kompetensi siswa termasuk pada tingkat Provinsi Jawa Barat berhasil meraih juara pertama pada bidang lomba elektronika.

H. Latif Memukau Bermanuver Dengan Modivikasi Mobil Siaga Bencana SMKN 2 Garut.
H. Latif Memukau Bermanuver Dengan Modivikasi Mobil Siaga Bencana SMKN 2 Garut.

Pada 2016 ini, terdapat 633 murid memersiapkan diri mengikuti ujian nasional maupun UN, namun terpaksa tak berbasis komputer, lantaran dari 220 hingga 230 unit komputer yang diperlukan, hanya tersedia 90 unit.

Sedangkan komputer yang terdapat pada masing-masing jurusan, sama sekali tak bisa dimanfaatkan kepentingan lain, sebab terdapat beragam program yang sama sekali tak bisa terganggu oleh akses lain.

Namun dipastikan UN tahun depan bisa berbasiskan komputer, setelah pihak sekolah dan komite secara bertahap membahas proses pengadaannya, tutur Aban Suryana.

“Bidani Robot Pencarian Korban Bencana, Serta Modivikasi Mobil Bencana”

Menyulap Rongsokan Menjadi Mobil Siaga Bencana.
Menyulap Rongsokan Menjadi Mobil Siaga Bencana.

Sejak setahun lalu SMKN 2 Garut bisa membidani terwujudnya prototipe Robot Pencarian Korban Dampak Bencana Alam, Serta Modivikasi Mobil Siaga Bencana.

Rekayasa robot dengan penerapan teknologi otomasi ini, prototipenya tuntas diwujudkan sejak setahun lalu, yang bisa bergerak maju – mundur dikombinasikan terdapatnya proses pergerakan tangan untuk pencarian korban bencana pada lokasi yang sulit dijamah manusia.

Sedangkan mekanisme maju – mundurnya memanfaatkan roda fleksibel penggerak tank, sehingga bisa melintasi medan terjal di lokasi bencana, ungkap Nurdianto lulusan pasca sarjana “Intitut Teknologi Surabaya” (ITS), yang juga pernah mengikuti magang pendidikan sains di Malaysia.

Kampus SMKN 2 Garut.
Kampus SMKN 2 Garut, Pada Areal Sekitar Empat Hektare.

Menurut dia, prototipe jenis robot tersebut, dipastikan bisa segera diaplikasikan dan diproses hak patennya, jika terdapat kalangan investor bersedia menanamkan investasinya.

Bahkan sumber lain katakan, Pemkab Garut pun bisa memasok alokasi APBD guna mengaplikasikan prototipe jenis robot pada kawasan rawan bencana alam ini.

Sedangkan inovasi dan kreativitas lain produk SMKN 2 Garut, di antaranya berupa modivikasi mobil siaga bencana, yang dirakit dari mobil rongsokan bermesinkan mobil carry empat celinder atawa 1.000 cc, dirancang bangun guru otomotif, H. Latif dengan menelan total biaya sekitar Rp25 juta.

Setiap seluruh tahapan proses kreativitas dan inovasi itu pun, selama ini dipastikan melibatkan murid SMKN 2 Garut, termasuk produktivitas mewujudkan power ampliplaier, serta pengemasan desain elektronik diogital huruf berjalan.

******