Gempabumi Dirasakan Garut di Tengah Kepungan Pandemi

0
16 views
Olahraga Memanah di Ponpes Yadul 'Ulya Guna Meningkatkan Kualitas Imunitas Tubuh.
Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut Ketat Terapkan Protokol Kesehatan, dan Masif Berolahraga Berkuda.

“Yadul ‘Ulya Masif Tingkatkan Kualitas Imunitas Tubuh”

Garutnews ( Ahad, 25/10 – 2020 ).

Gempabumi bermagnitudo 5,9 Skala Richter berkedalaman 10 kilometer berlokasi 90 kilometer barat daya Pangandaran, Ahad (25/10-2020) Pukul 07:56:45 WIB, guncangannya dirasakan Kabupaten Garut di tengah kepungan 619 terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga banyak penduduk sempat berhamburan keluar rumah menghindari kemungkinan terburuk, lantaran meski berlangsung sebentar namun getarannya terasa besar.

Berdasar informasi BMKG, pusat gempa di 8.22 LS, tetapi tak berpotensi tsunami, disarankan hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi. Belum ada laporan ada kerusakan maupun korban terdampak gempa tersebut.

Kampus Peradaban Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

“Dikepung 619 Positif Covid-19”

Terpaparnya virus corona pada ratusan santri di Kabupaten Garut, juga memunculkan ironi tersendiri. Menyusul peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah peringatan Hari Santri Nasional (HSN), 22 Oktober lalu.

Ledakan penularan Covid-19 klaster pesantren pertama kali terdeteksi 19 September 2020 bervolume harian temuan kasus positif Covid-19 mencapai 22 kasus. Maka Bupati Rudy Gunawan menyatakan kabupatennya berkondisi darurat Covid-19.

Agro Park Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut.

Peningkatan kasus klaster pesantren kali kedua terjadi 16 oktober 2020 dengan ditemukannya 93 kasus positif baru. Menjadikan Bupati kembali menegaskan kabupatennya masih berlangsung Pandemi Covid-19.

Sewaktu memimpin upacara peringatan HSN 2020 tingkat kabupaten, 22 Oktober 2020, Wabup Helmi Budiman sempat pula meminta semua pihak, khususnya kalangan santri, agar peringatan HSN 2020 dijadikan momentum jihad melawan Covid-19.

“Caranya, antara lain dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Tetapi berselang sehari kemudian, pada 23 Oktober 2020, justeru terjadi peningkatan luar biasa kasus Covid-19 klaster pesantren ditemukannya 111 kasus baru positif. Hari berikutnya, masih pula ada penambahan kasus klaster pesantren ditemukannya 44 kasus baru positif Covid-19.

Jumlah santri pesantren di Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan tertular Covid-19 bertambah menjadi 114 orang. Seluruhnya laki-laki berusia setingkat pelajar SMP, dan SMA.

Diketahui berdasar hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD dr Slamet pada 722 sampel swab menindaklanjuti kasus positif sebelumnya, Sabtu (24/10/2020). Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 pun dari 722 swab tersebut mencapai 44 orang dengan 34 orang di antaranya klaster pesantren di Sukarasa Pangatikan.

“Sebelumnya, ada 80 santri di pesantren bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19”

Merujuk keterangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 seperti disampaikan Koordinator Humas Muksin, 114 santri tersebut kini diisolasi mandiri di ruangan khusus isolasi di lingkungan pesantren setempat.

Penambahan kasus positif Covid-19 lainnya, tujuh kasus asal Kecamatan Kersamanah, satu kasus asal Kecamatan Garut Kota, satu kasus asal Kecamatan Tarogong Kidul, dan satu kasus asal Kecamatan Tarogong Kaler.

Sehingga keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah lagi menjadi 619 kasus dengan 15 kasus kematian.

Dari 619 kasus positif ini, ada penambahan jumlah pasien positif dinyatakan sembuh tiga orang, yakni laki-laki (KC-320) usia 74 tahun dan perempuan (KC-321) usia 65 tahun dari Kecamatan Cilawu, serta laki-laki (KC-323) usia 47 tahun dari Kecamatan Pasirwangi. Maka total sembuh dari Covid-19 bertambah menjadi 296 orang.

Sedangkan 194 orang lainnya masih menjalani isolasi perawatan di rumah sakit. Detailnya keseluruhan kasus mencapai 10.964 Orang hingga, Ahad (25/10-2020) Pukul 19:02:17  WIB, terdiri  Konfirmasi 619Probable 0 Kasus, Suspect 3.171, dan Kontak Erat 7.174 Kasus.

******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here