Geliat Taman Satwa dan Yadul ‘Ulya di Tengah Covid-19

0
11 views
Rudy Arifin, SE
Kampus Peradaban Ponpes Yadul ‘Ulya Garut.

“Terkonfirmasi Positif Menjadi 26, Setiap Jum’at Yadul ‘Ulya Sebar Sembako”

Garut News ( Jum’at, 19/06 – 2020 ).

Berdasar Update Data : 2020-06-19, 19:11:28 WIB, totalitas kasus di Kabupaten Garut mencapai 4.608. Terkonfirmasi positif menjadi 26, PDP 76, ODP 2.697, serta OTG 1.809 kasus.

Namun di tengah bahaya wabah predator pandemi global coronavirus disease Covid-19 tersebut. Geliat pengelola Taman Satwa Cikembulan Kadungora tetap konsisten tingkatkan kualitas pemeliharaan satwa, serta lingkungan sekitarnya.

“Dengan tetap menerapkan protokol medis, sehingga jika memungkinkan diagendakan pada, Ahad (21/06-2020), mencoba dibuka kembali bagi pengunjung juga dengan ketentuan yang disyaratkan protokol kesehatan,” ungkap Manager Taman Satwa Rudy Arifin, SE.

Sebelumnya, menggagalkan kunjungan lebih 40.000 wisatawan. Lantaran nyaris sejak tiga bulan terakhir pengelola lembaga konservasi tersebut tidak menerima pengunjung, melainkan kian konsisten secara masif meningkatkan kualitas pemeliharaan seluruh koleksi satwa.

“Sehingga kondisi sekitar 448 individu dari 119 spisies termasuk satwa endemik dilindungi Undang-Undan RI, hingga kini seluruhnya berkondisi sehat,” ujarnya pula.

Gagalnya lebih 40.000 wisatawan mengunjungi Taman Satwa ini, sebab pada momentum liburan sebelum Saum Ramadlan hingga sepanjang Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 silam, Taman Satwa itu menargetkan bisa menjaring sedikitnya 40.000 pengunjung.

Dari Garut juga dilaporkan, di tengah wabah coronavirus. Sedikitnya sembilan rumah warga di Kampung Cimuncang RT 01/04 Desa/Kecamatan Singajaya terancam tergerus terdampak longsor menerjang kampung di wilayah selatan, Jum’at (19/06-2020).

Meski tak ada korban pada longsor terjadi sekitar pukul 10.00 WIB yang dipicu hujan. Seorang warga sempat terseret longsor namun berhasil menyelamatkan diri.

“Warga terdampak dievakuasi ke tempat aman. Kondisi lokasi masih berbahaya lantaran hingga tadi siang pergerakan tanah masih terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD kabupaten setempat, Firman Karyadin melalui Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan TB Agus Sopyan.

Selain rumah terancam, banyak lahan sawah warga hancur. Tak hanya yang berada di wilayah Desa Singajaya melainkan juga Desa Girijaya.

“Kerugian material akibat longsor, hitungan sementara sekitar Rp200 juta,” kata TB Agus Sopyan.

Dia pun menghimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadi longsor susulan lebih luas.

Guna meringankan dampak wabah predator Covid-19, setiap Jum’at pengelola Ponpes Yadul ‘Ulya Garut menebar bantuan sembako, sementara di kawasan perkotaan.

********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here