Geliat Multiplier Effect APBD Garut Relatif Kecil

0
19 views
Buruh Tani Serabutan Garut Dengan Upah Berkisar Rp20.000 Hingga Rp50.000 per hari, Mengaku Kesulitan Ekonomi Keluarga Lantaran Tak Bisa Setiap Hari mendapatkan Peluang Bekerja.

Garut News ( 14/11 – 2017 ).

Buruh Tani Serabutan Garut Dengan Upah Berkisar Rp20.000 Hingga Rp50.000 per hari, Mengaku Masih Kesulitan Ekonomi Keluarga, Lantaran Tak Bisa Setiap Hari mendapatkan Peluang Bekerja.

********** Meski APBD Kabupaten Garut 2017 mencapai Rp3,7 triliun, namun geliat Multiplier Effect nya secara menyeluruh bagi masyarakat di kabupaten tersebut, masih relatif kecil.

Seperti halnya realisasi belanja barang dan jasa, kecenderungan selama ini berpedoman pada e-katalog sehingga alokasi dananya lebih banyak dibelanjakan di luar Kabupaten Garut, yang juga menyebabkan peredaran uang lebih banyak di luar daerah.

Demikian pula dalam pemanfaatan alokasi dana pada APBD Perubahan Kabupaten Garut tahun ini, khususnya di bidang konstruksi terkendala sangat sempitnya waktu pelaksanaan, sedangkan merealisasikan pagu anggaran belanja barang juga hanya bisa pada jenis barang yang persediaannya tersedia lantaran mepetnya waktu.

Maka terindikasi kuat menjadikan daya beli penduduk Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini semakin terpuruk  dengan kemampuan pengeluaran mereka masih sangat rendah, hanya mencapai di bawah sekitar Rp19.000 per hari per kapita.

Buruh Penambang Pasir Sungai Cimanuk, Lebih Banyak Merenung Tak Bisa Menambang Lantaran Besarnya Arus Sungai Akibat Musim Penghujan.

********* Data BPS RI menunjukkan, kondisi memprihatinkan terlihat dalam pemenuhan kebutuhan makan,dan minum dari pemanfaatan kemampuan daya beli tersebut. Alokasi biayanya hanya bisa mencapai Rp6.000 setiap kali makan, dan minum.

Sehingga bisa dipastikan kualitas makanan dinikmati individu penduduk pemenuhan kebutuhan makan/minum tiga kali sehari dalam sehari semalam sangat rendah.

Sehingga daya beli penduduk hanya di bawah Rp19.000 per hari per kapita itu, menjadikan kabupaten ini sebagai kabupaten berperingkat kedua terparah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam hal kemampuan daya beli penduduknya.

Rata-rata pengeluaran atau daya beli penduduk Garut pada 2016 mencapai Rp7.079.000 per kapita per tahun, atau sekitar Rp590 ribu per kapita per bulan.

Kondisi tersebut hanya bergeser sedikit dari data survey social ekonomi nasional (Susenas) BPS RI 2015, menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk Garut per kapita sangat rendah, hanya sekitar Rp513.370 per kapita per bulan. Atau, terpaut sekitar Rp383.530 dibandingkan Provinsi Jawa Barat mencapai Rp896.000 per kapita per bulan.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat