Gejolak Gusir “Memukul Telak” Industri Dodol Garut

0
70 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 12/05 – 2016 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Lantaran terjadi “gejolak” harga “gula pasir” (Gusir) sejak lebih sepekan lalu, “telak memukul” puluhan industri rumahan dodol pada sejumlah sentra industri Dodol Garut di kabupaten setempat, juga sempat berhenti berproduksi.

Sebab, mereka kesulitan menyesuaikan harga jual produktivitas dodolnya ke konsumen karena kenaikan harga komoditi merupak salah satu bahan baku utama pembuatan penganan kuliner khas Garut tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar pada Disperindagpas Kabupaten, H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE katakan dari sekitar 400 unit industri rumahan dodol, sekitar 50 persen di antaranya sempat berhenti berproduksi

Mereka tersebar pada sentra industri dodol di Kecamatan Cilawu, Bayongbong, Karangpawitan, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Kecamatan Kadungora.

Bahkan ungkap Akhmad Wahyudin, tak hanya industri rumahan dodol yang “telak” terpukul kenaikan harga gula pasir, sejumlah usaha kerajinan kuliner lain menggunakan bahan baku mata dagangan itu, juga terimbas dampak kenaikan harga. Antara lain usaha kerajinan manisan.

Menurut Dayat pula, kelangkaan harga gula terjadi akibat kosongnya stok gula pasir dari daerah sentra industri Cirebon. Sedangkan gula pasir didatangkan dari Lampung guna menutupi kekosongan di Garut menelan waktu lama di perjalanan.

“Daerah pemasok gula pasir Cirebon kini belum masuk musim panen. Sedangkan gula pasir didatangkan dari Lampung, perjalanannya menghabiskan waktu selama sepekan menggunakan kapal laut. Sehingga, harganya lebih mahal,” katanya pula, Kamis (12/05-2016).

Dikemukakan, semula, harga gula pasir di Garut berkisar Rp11.000-Rp11.500 per kilogram pada distributor, dan sekitar Rp12.000-Rp13.000 per kilogram di tingkat pengecer.

Harganya menjadei bergejolak menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram di distributor, dan sekitar Rp18.000 per kilogram (kg) di tingkat pengecer.

“Jika sekarang, perajin dodol mulai berproduksi lagi, namun dengan solusi harga dodol dinaikkan. Harga Dodol Garut kemasan biasanya Rp15.000 per kilogram pun menjadi sekitar Rp18.000 per kilogram,” ujarnya.

Kebutuhan Kabupaten Garut terhadap gula pasir, mencapai 20 ton per hari. Gula pasir tersebut terutama didatangkan dari daerah Cirebon, ditambah dari Lampung.

Optimis harga gula pasir kembali normal jika pada Juni mendatang mulai masuk musim panen tebu di Cirebon.

Beda dengan gula pasir, harga gula merah dan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) lain di Kabupaten Garut relatif normal, kendati tetap pada harga cukup tinggi, kata dia.

*******

( nz, jdh ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here