Gedung Relokasi PKL Terindikasi Dijadikan Sarana Mesum

0
52 views
Gedung Baru Relokasi PKL.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 04/0-8 – 2016 ).

Gedung Baru Relokasi PKL.
Gedung Baru Relokasi PKL.

Meski setiap seluruh proses pembangunan fisiknya tuntas sejak setahun lalu, tetapi dua unit gedung “Pedagang Kaki Lima” (PKL) di Jalan Guntur Kecamatan Garut Kota, ternyata hingga kini masih kosong.

Lantaran kalangan PKL masih enggan menempati dengan beragam alasan. Terutama keberadaan gedung tersebut, mereka nilai tak strategis, dan tak menguntungkan bagi perkembangan usahanya. Padahal menelan dana APBD kabupaten setempat hingga mencapai Rp4 miliar lebih.

Kantor Kelurahan.
Kantor Kelurahan.

Bahkan bukannya menempati kedua gedung PKL itu, para PKL justru menolak dipindahkan dari tempat mereka biasa mangkal di pusat kota Garut atawa Pengkolan. Terutama pada sekitar lintasan ruas Jalan Ahmad Yani, Jalan Ciledug, Jalan Siliwangi, dan sekitarnya.

Sehingga selain mubazir dan semakin terancam menjadi kumuh, malahan kedua unit gedung ini pun disinyalir menjadi tempat perbuatan mesum, dan tindak asusila lain pada malam hari. Maka pihak Pemerintah Kelurahan Ciwalen pun dipusingkan dengan kondisi tersebut.

Lurah Ciwalen Agus Tomi katakan, pada malam hari gedung tersebut sering dijadikan tempat berkumpul berandalan, dan perempuan nakal. Mereka juga kerap tidur di gedung itu.

“Kita pasang kunci gembok pada pintu masuk ke lantai dua pun dibongkar. Pintu-pintu kamar kecil di sebelah barat juga dirusak. Kita sudah laporkan kondisi ini ke pimpinan, namun belum ada tindakan,” ungkap Agus, Rabu (03/08-2016).

Gedung Intan Medina 1, Nyaris Menyerupai Gelora.
Gedung Intan Medina 1, Nyaris Menyerupai Gelora.

Dikatakan, bahkn pihaknya lebih bingung lagi sebab masih belum jelas instansi mana paling berwenang atas pengelolaan atau pemeliharaan gedung PKL ini. Khususnya gedung PKL 2 masuk wilayah administrasi Kelurahan Ciwalen.

Kendati, pihaknya pun tak bisa berpangku tangan karena paling terkena dampak keberadaan gedung PKL 2 itu, aparatur Pemerintah Kelurahan Ciwalen yang kantornya tepat di belakang gedung berbiaya sekitar Rp1,96 ini.

“Mau tak mau kita jadi ada tugas tambahan. Minimal soal keamanan dan kebersihan gedung. Soalnya jika dibiarkan, kita juga kena dampak buruknya. Belum dampak sosialnya itu tadi,” tandas Agus.

Ditanya kondisi gedung PKL 1 atau gedung PKL Intan Medina, Agus katakan, meski masuk wilayah administrasi Kelurahan Sukamentri, bisa dipastikan kondisinya tak jauh beda.

Gedung berbiaya sekitar Rp2,4 miliar tersebut, sepanjang siang hari selain acap dijadikan arena bermain anak-anak sekolah, juga hanya menjadi tempat parkir liar kendaraan roda empat, maupun roda dua.

*******

( nz, jdh ).