Gedung PKL Bisa Dijadikan Arena Bermain Sepakbola

0
7 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Asyik Bermain Sepakbola.
Asyik Bermain Sepakbola.

Foto berita pada akhir pekan, Sabtu (04/06-2016) sore, atawa dua hari menjelang Puasa Ramadlan 1437 H/2016 ini. Garut News menampilkan fenomena sangat “menggelikan”.

Menyusul sejumlah anak-anak maupun bocah.

Ternyata nyaris saban harinya masih bisa leluasa bermain sepakbola pada lengangnya seputar pelataran halaman depan gedung “Pedagang Kaki Lima” (PKL) I di Guntur, Garut, Jawa Barat.

Kondisi Gedung PKL 2 Juga Sunyi-Sepi.
Kondisi Gedung PKL 2 Juga Sunyi-Sepi.

Mereka terdiri anak-anak penduduk sekitar gedung PKL tersebut, masih nyaman dapat menikmati sarana bermain sepakbola.

Sebab jangankan pelatarannya, seluruh bangunan gedung bersekat PKL nya pun meski berkapasitas 228 pedagang. Tetapi juga masih sangat lengang tak dihuni para pedagang.

Kondisi lengang serta “sunyi sepinya” suasana juga berlangsung pada gedung PKL-2 yang berdaya tampung 321 pedagang.

Kedua gedung itupun Masing-masing diperuntukan untuk berjualan komoditi “bodasan”, dan mata dagangan “aksesories”.

Kian Cenderung Kembali Sumpeg.
Kian Cenderung Kembali Sumpeg.

Padahal pada saat bersamaan, di antaranya pada sepanjang lintasan jalan A. Yani atawa pusat Kota Garut yang selama ini dikenal dengan sebutan “Pengkolan” kian cenderung kembali sarat dijejali para PKL.

Tenang bertransaksi berjual beli ragam komoditi pemenuhan kebutuhan konsumen.

Sehingga sanksi yang sempat digembar-gemborkan bakal diterapkan kepada para PKL maupun konsumennya.

“Sekarang semakin mengesankan macan diatas kertas, maupun macan ompong”

Menjadi Simpul Kemacetan Arus Lalu Lintas Ragam Kendaraan Bermotor.
Menjadi Simpul Kemacetan Arus Lalu Lintas Ragam Kendaraan Bermotor.

Bahkan juga mengesankan, selama ini masih belum ada Bupati Garut yang benar-benar secara menyeluruh dan tuntas bisa menertibkan para PKL terutama setiap menghadapi Puasa Ramadlan dan Lebaran Idul Fitri, saban tahunnya.

Kendati lintasan ruas badan jalan pada pusat kota itu, hanya sejauh sekitar 500 meter.

Namun kenyataannya kondisi tersebut, juga diperparah dengan ragam kendaraan yang seenaknya diparkir di pinggiran lintasan jalan, juga banyaknya gerobak pedagang yang berjualan.

Nyaris Menyerupai Gelora.
Nyaris Menyerupai Gelora.

Maka pada perempatan persimpangan jalan kerap terjadi kemacetan.

 

 

******