GECT Jepang Perkenalkan Teknologi Pembelajaran Bersistem IT

“Ujian Sebenarnya, Ketika Para Lulusan Lembaga Pendidikan Berada di Tengah Masyarakat”

Garut News ( Jum’at, 20/06 – 2014 ).

Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Seusai Menerima Delegasi GECT Jepang, Jum'at (20/06-2014).
Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Seusai Menerima Delegasi GECT Jepang, Jum’at (20/06-2014).

“Global Education Communication Technology” (GECT) Jepang, perkenalkan penerapan teknologi proses pembelajaran bersistem “IT”

Sebagai upaya perbaikan pembelajaran bagi murid setingkat SD, dan SMP.

Mereka terdiri Chief Executive Officer GECT, Toshinari Fuchino bersama Senior Managing Directornya Junya Nakai, Komisaris Niti Harsana dan Fito Fitriyana, Dirut Yaman Suryaman, Direktur Angga Andika Sonda, serta Translator Ramadani Akbar M, mendatangi jajaran Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Jum’at (20/06-2014).

Gedung Dewan pendidikan Kabupaten Garut, Kini Berkondisi Nyaris Rubuh, Mendesak Segera Diperbaiki.
Gedung Dewan pendidikan Kabupaten Garut, Kini Berkondisi Nyaris Rubuh, Mendesak Segera Diperbaiki.

Selama ini pun, proses pembelajaran bersistem IT tersebut, antara lain dilaksanakan di Kecamatan Wanaraja, dan Pasir Uncal Karangpawitan, Garut.

Ditemuinya Dewan Pendidikan, lantaran selama ini memiliki ekspectasi pendorong terwujudnya pendidikan bermutu, terjangkau, dan bisa dinikmati maupun diharapkan masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan kabupaten setempat, Komar Mariuna mengapresiasi positip penawaran dari GECT itu.

Sebab dinilainya sebagai peluang bisa meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya, lantaran dengan penerapan teknologi pembelajaran ini, juga melibatkan peran serta masyarakat.

Sehingga setiap lulusan lembaga pendidikan bisa berkemampuan mandiri, bahkan mengembangkan usaha kreativitasnya.

Gedung Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Jabar, "Nyaris" Berkondisi Menyerupai Kandang Sapi.
Gedung Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Jabar, “Nyaris” Berkondisi Menyerupai Kandang Sapi.

Sehingga kini, tergantung political will Pemkab Garut, jajarannya pun segera beraudensi dengan Pemkab terkait penawaran dari GECT tersebut, katanya.

Duden Surachman beserta Sunardi dari Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, juga mengingatkan, pendekatan “andragogi” dan “pendagogi” tak bisa dipisahkan pada dunia pendidikan.

Sedangkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN), dinilainya sebagai pengukur penyerapan kurikulum pada satuan pendidikan.

Komar juga katakan, UN hanya mengukur kemampuan kognitif, tak termasuk apegtif, dan psikomotorik.

Sebab ujian sebenarnya, ketika para lulusan lembaga pendidikan berada di tengah masyarakat, katanya.

Didesak pertanyaan Garut News, mengenai “janji kampanye” Gubernur Ahmad Heryaman bisa menggratiskan DSP, dan SPP penyelenggaraan pendidikan sejak SD hingga SLA.

Komar Mariuna katakan, saya tanyakan ke gubernur, atawa silahkan tanyakan gubernur, katanya pula.

******

Esay/Foto: John Doddy Hidayat.

Related posts