Gas LPG Terancam Kembali Terjadi Kelangkaan

0
27 views

Garut News ( Kamis, 13/11 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kemungkinan lantaran menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menjadikan gas Elpiji kemasan tabung tiga kilogram termasuk 12 kilogram di Garut, Jawa Barat, mulai terancam kelangkaan.
Sejak beberapa hari terakhir, penduduk mulai sulit memeroleh gas Elpiji. Kalaupun ada, harganya melonjak.

Harga gas Elpiji tiga kg mencapai berkisar Rp20-25 ribu per tabung, dan kemasan 12 kg mencapai Rp140 ribu per tabung.

Diduga terkait isu kenaikan harga BBM. Sejumlah pedagang juga patut diduga sengaja menimbun sebab menunggu kepastian kenaikan harga BBM tersebut.

“Sudah dua hari saya keliling pada setiap toko dan warung, tetapi semua sama, gas lagi kosong. Bahkan ada yang sejak sepekan tak mendapat kiriman. Saya bingung, kompor minyak tanah enggak punya. Masak pakai kayu bakar, enggak ada tempatnya,” kata Nurtanti(32), warga Margamulya Pataruman Tarogong Kidul, Kamis (13/11-2014)

Dikatakan, biasanya kalau terjadi kelangkaan gas Elpiji tiga kg, gas Elpiji 12 kg masih mudah diperoleh. Namun kini keduanya sulit ditemui di pasar.

Ungkapan senada dikemukakan Ana Subakat(47), penduduk Kelurahan Ciwalen Garut Kota. Kata dia, sejak beberapa hari ini di daerahnya sulit diperoleh gas Elpiji. Baik di warung pengecer atawa toko dan agen.

Dalam pada itu, sejumlah warung maupun pertokoan biasa menyediakan gas Elpiji kini hanya bisa menjawab kosong jika kedatangan konsumen.

Kalaupun terdapat gundukan tabung gas Elpiji, tabung-tabung itu berkondisi kosong.

“Dari kemarin, banyak sekali warga menanyakan gas, namun mau bagaimana lagi? beberapa hari ini kosong. Kita juga enggak bisa meminta tambahan, sebab katanya sesuai kuota. Jadi barang baru datang lagi nanti sesuai jadwal DO (delivery order). Dalam sebulan, kita hanya dikirim satu kali,” ungkap Cucu, pengelola sebuah toserba di Jalan Raya Samarang.

Dikemukakan pula pedagang gas Elpiji di Kecamatan Tarogong Kidul Bajuri. Dijelaskan, sejak beberapa hari terakhir gas Elpiji mulai mengalami kekosongan, di tingkat pangkalan atawa pengecer.

“Memang seperti ada upaya penimbunan, menyangkut isu kenaikan harga BBM. Semua orang kan perhatian sekarang ke sana,” katanya.

******

Noel, Jdh.