Gas Elpiji Kian Langka Harganya Makin “Menggila”

Garut News ( Rabu, 10/09 – 2014 ).

Banyak Pula Penduduk Miskin di Garut, Selama Ini Hanya Gunakan Kayu Bakar. (Foto: John Doddy Hidayat).
Banyak Pula Penduduk Miskin di Garut, Selama Ini Hanya Gunakan Kayu Bakar. (Foto: John Doddy Hidayat).

Lantaran Gas elpiji kemasan tabung tiga kilogram semakin langka sejak tiga pekan terakhir di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Maka jangan heran jika nyaris setiap hari banyak terdapat hilir mudik penduduk kelimpungan menenteng tabung gas elpiji kosong.

Kalau pun bisa mendapatkannya dipastikan berharga mahal atawa di atas harga normal.

Kini pada tingkat pengecer atawa warungan di sejumlah lokasi perkotaan Garut dan sekitarnya, harganya mencapai berkisar Rp24.000-Rp28.000 per tabung. Bahkan terdapat mencapai Rp30.000 per tabung.

 

Komoditi Bersubsidi Masih Banyak Dinikmati Penduduk Kaya.
Komoditi Bersubsidi Masih Banyak Dinikmati Penduduk Kaya. (Foto: John Doddy Hidayat).

“Sekarang ini sangat sulit memeroleh elpiji tiga kilogram. Kudu berkeliling ke sana ke mari. Kalaupun ada, harganya gila-gilaan. Ada pasang tarif Rp25 ribu. Padahal biasa paling mahal juga sekitar Rp18.000 per tabung. Bahkan saya sempat nanya motoris bawa elpiji tiga kilogram, harganya tak masuk akal, Rp30.000,” ungkap Ola(32), pedagang bakso aci di Jalan Pasar Baru, Ciwalen Garut Kota, Rabu (10/09-2014).

Banyak Penduduk Miskin Semain Melarat di Garut, Jawa Barat. (Foto : John Doddy Hidayat).
Banyak Penduduk Miskin Semain Melarat di Garut, Jawa Barat. (Foto : John Doddy Hidayat).

Keluhan senada dikemukakan Dadang Abdurrahman(42) penduduk Cihuni Kadungora. Kata dia, gas elpiji tiga kilogram di wilayahnya tak gampang diperoleh, dan harganya sangat mahal.

“Harganya mencapai Rp23.000. Susah pula diperoleh,” katanya.

Pemkab Garut masih belum mengambil langkah jelas penanggulangannya. Kabid Perdagangan Disperindag kabupaten setempat, Endang Amar katakan pihaknya bersama dinas instansi dan stake holder terkait berupaya menggelar pertemuan guna membahas persoalan tersebut.

Termasuk kemungkinan dibentuk Tim Penanganan Gas Elpiji tiga kilogram, serta diadakannya kebijakan penerbitan kartu pengendali bagi konsumen gas elpiji ini, katanya.

Ranting Pohon Bahkan Kerap Semak Belukar Dijadikan Bahan Bakar Oleh Penduduk Miskin di Garut Selama Ini.(Foto: John Doddy Hidayat).
Ranting Pohon Bahkan Kerap Semak Belukar pun Dijadikan Bahan Bakar Oleh Penduduk Miskin di Garut Selama Ini.(Foto: John Doddy Hidayat).

Kartu pengendali ditujukan mengendalikan transaksi jual beli tabung elpiji tiga kilogram sesuai konsumen berhak mendapatkan atau kalangan rumah tangga menengah ke bawah.

Nantinya tak setiap warga bisa begitu saja mendapatkan gas elpiji bersubsidi tersebut.

“Bukan rahasia umum kalau satu rumah tangga apalagi pengusaha kecil atau mikro, sekarang ini tak hanya memiliki satu tabung gas elpiji tiga kilogram, tetapi mesti ada cadangan. Beberapa warung makan bahkan ada juga menggunakan dengan jumlah lebih dari satu. Namun kita sulit melarang dan menindak karena memang tak ada regulasi mengatur siapa saja berhak mendapatkan gas elpiji  tiga kilogram ini,” katanya pula.

Inilah Moda Angkutan LPG Seberat 15 ton Lebih, Kerap Lintasi Ruas Badan Jalan , Pembangunan Garut Berkapasitas Lima Ton. (Foto : John Doddy Hidayat).
Inilah Moda Angkutan LPG Seberat 15 ton Lebih, Kerap Lintasi Ruas Badan Jalan , Pembangunan Garut Berkapasitas Lima Ton. (Foto : John Doddy Hidayat).

Menurut dia, pengendalian harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) juga sulit dilakukan sebab HET hanya mengatur harga penjualan hingga tingkat pangkalan.

Tak mengatur harga di tingkat pengecer kondisinya dipengaruhi lokasi, konsumen, dan pengecer sendiri.

Pada sisi lain, kata Endang, Kabupaten Garut hanya diberi kuota gas elpiji tiga kilogram sebanyak 15 juta tabung per tahun dari kebutuhan sebanyak 29 juta tabung per tahun.

Pengajuan penambahan kuota pada akhir 2013 lalu juga ditolak Pertamina.

“Meski di Garut cukup banyak pangkalan, mencapai 709 pangkalan dari 25 agen, namun penyebaran tak merata. Bahkan enam kecamatan tak ada pangkalan elpiji tiga kilogram. Inilah mungkin memengaruhi tingkat harga di kecamatan bersangkutan,” kata Endang.

*******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment