Garut Surga “Kukang” Sangat Terancam Punah

“Kukang, atawa Muka Geni, maupun Javan Slow Loris, atawa pula Nycticebus Javanicus”

Garut News ( Selasa, 04/01 – 2014 ).

Foto Repro : John Doddy Hidayat.
Foto Repro : John Doddy Hidayat.
Kukang Jawa, satwa kecil hidup di malam hari, hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa.

Tetapi, banyak Kukang berdomisili di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Little Fireface Project” (LFP), atawa Proyek Muka Geni dimulai sejak 2011 di Cipaganti, Cisurupan, Garut.

Lantaran di sinilah kukang tinggal di kebun petani, ironisnya hanya beberapa ekor Kukang Jawa kini tersisa.

Foto Repro : John Doddy Hidayat.
Foto Repro : John Doddy Hidayat.
LFP berobsesi membantu penduduk desa, agar memahami mengapa Kukang disebut penjaga hutan, dan masyarakat bisa berperan serta menjaga mereka.

Kukang Jawa mengonsumsi banyak aneka ragam makanan, mereka makan getah dari pohon jengjen.

Mereka minum sari madu dari Bunga Kaliandra, mereka juga membantu penyerbukan.

Sedangkan peran paling penting dari Kukang bagi petani di Kabupaten Garut, mereka memakan hama-hama pertanian, satu ekor Kukang bisa makan lebih dari 100 hama bagi tanaman petani setiap malam.

“Radio Kukang”

Pada Kukang ada Radio. (Foto: Ist).
Pada Kukang ada Radio. (Foto: Ist).
Pernahkan anda melihat Kukang memakai kalung?

Itu “kalung pelacak”, dan Tim LFP menggunakannya beserta antena untuk menemukan setiap satwa, LFP menulis segala sesuatu mereka lakukan.

Setiap satwa Kukang memiliki nama, di antaranya dinamai “Lucu”.

Kukang bisa hidup hingga berusia 25 tahun, sehingga sangat penting Tim LFP mengikuti mereka untuk waktu lama, sehingga dapat memelajari seluruh sisi kehidupan Kukang.

“Lampu Merah”

Penduduk desa mungkin melihat Tim LFP berjalan melintasi desa, dan hutan menggunakan lampu merah.

Kukang Jawa, satwa pemalu dan takut dengan cahaya putih.

Maka dengan lampu merah, bisa mengetahui tentang kehidupan mereka.

Misalnya Kukang Hidup di dalam keluarga kecil, dengan ibu, ayah, dan anak serta saudara-saudara mereka.

Keluarga-keluarga Kukang saling menyayangi, dan peduli satu dengan lainnya.

“Para Penjaga Kukang”

Para Peneliti Kukang Juga Genari Batik Garutan. (Foto: Ist).
Para Peneliti Kukang Juga Gemari Batik Garutan. (Foto: Ist).
Sama halnya Kukang membantu petani, sehingga petani pun selayaknya membantu Kukang, dan satwa lainnya.

Menjadi penjaga Kukang : menanam pelbagai jenis pohon, menjaga pohon ditanam tetap berhubungan satu sama lainnya (koneksi).

Tak menebang bambu secara berlebihan, lantaran satwa ini kerap tertidur di antara bambu-bambu ini.

Melindungi Kukang dari ancaman pemburu, sedangkan ancaman terbesar bagi Kukang, yakni perdagangan hewan peliharaan (illegal).

Menangkap Kukang untuk dijual bisa dikenakan denda dan ancaman penjara, ayo lindungi bambu, pohon kaliandra, dan pojon jengjen.

Sejauh ini, Tim LFP bersama-sama penduduk di Cipaganti juga bersama mereka lebih dari sepuluh negara lain.

LFP menyambut orang-orang di Kabupaten Garut bergabung, pada program konservasi alam di sekolah, pertandingan sepakbola, acara diadakan di Desa Cipaganti, dan Klub alam untuk anak-anak.

Silahkan singgah ke Rumah Hijau.

*****

Editor : John.

Related posts