Garut Semalam Bermandikan Cahaya “Supermoon”

Garut News ( Senin, 11/08 – 2014 ).

Seorang Pegawai Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Sangat Terpana Saksikan Keindahan Supermoon. (John).
Seorang Pegawai Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Sangat Terpana Saksikan Keindahan Supermoon. (John).

Khususnya Kota Garut dan sekitarnya, semalam (Ahad, 10/08-2014), bermandikan cahaya “Supermoon”.

Sehingga banyak di antara penduduk setempat, menyempatkan sakiskan fenomena alam tersebut.

Seraya bersyukur atas keagungan Allah SWT.

Di antaranya kerap memberikan keindahan fanorama alam yang sangat luar biasa indah memesona.

Indahnya ciptaan Allah SWT ini.

Bisa jelas disaksikan dengan kasat mata, lantaran ditunjang kondisi cuaca cerah.

Supermoon Disaksikan dari Halaman Bagian Informatika, Garut, Ahad (10/08-2014) Malam. (John).
Supermoon Disaksikan dari Halaman Bagian Informatika, Garut, Ahad (10/08-2014) Malam. (John).

Bentuk bulan dengan cahaya terang benderang, juga bisa disaksikan dari pelbagai sudut wilayah perkotaan.

Bahkan semalam itu, terdapat dua fenomena langit menarik yang bisa disaksikan, supermoon, dan hujan meteor Perseid.

Supermoon, peristiwa ketika Bulan mencapai jarak terdekat dengan Bumi sehingga tampak lebih besar.

Supermoon terjadi, supermoon kedua selama tahun 2014.

Seorang Bocah di Garut Terpana Saksikan Supermoon.
Seorang Bocah di Garut Terpana Saksikan Supermoon. (John).

“Saat Supermoon, Bulan mencapai jarak paling dekat. Biasanya 384.000 kilometer, nanti hanya 357.000 kilometer,” ungkap astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.

Dihubungi Kompas.com hari ini, Thomas juga mengatakan, Supermoon nanti malam sedikit lebih besar dari supermoon sebelumnya pada tahun 2014.

“Karena jarak Bulan nanti adalah yang paling dekat sepanjang tahun 2014,” katanya.

Menurut Thomas, saat supermoon nanti, Bulan akan tampak 10 persen lebih besar dari bulan purnama biasanya.

Ia mengatakan, perbedaan ukuran tersebut akan sulit disadari oleh pengamat awam yang tak menggunakan alat.

Supermoon Dibalik Dedaunan. (John).
Supermoon Dibalik Dedaunan. (John).

Agar bisa membedakan, publik bisa memotret supermoon nanti malam dan membandingkannya dengan foto purnama biasa.

Thomas mengungkapkan, supermoon sebenarnya bukan istilah astronomi, namun astrologi.

Astronomi lebih mengenal istilah Bulan perigee, yakni saat Bulan mencapai titik terdekat dengan Bumi.

Sangat Indah Memesona. (John).
Sangat Indah Memesona. (John).

Bersamaan dengan supermoon nanti, akan ada hujan meteor Perseid.

Hujan meteor ini terjadi ketika Bumi memasuki wilayah angkasa yang kaya debu sisa-sisa komet Swift-Tuttle.

Sayang, dua fenomena itu tak bisa dinikmati secara optimal bersamaan.

Supermoon justru bakal “menggagalkan” hujan meteor Perseid.

Menakjubkan. (John).
Menakjubkan. (John).

“Ketika langit gelap, kita bisa melihat puluhan hujan meteor Perseid setiap jamnya. Supermoon kali ini membuat langit terang sehingga jumlah meteor yang bisa disaksikan akan berkurang. Kita mungkin hanya bisa melihat beberapa,” jelas Thomas.

Hujan meteor Perseid mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2014.

Saat hujan meteor terjadi, meteor akan tampak seolah-olah dari rasi Perseus.

******

Esay : Kompas.com, Jdh

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Related posts