Garut Nunggak Raskin Rp1,755 Miliar Lebih

0
59 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 30/11 – 2016 ).

aa130Hingga kini, ternyata tunggakan pembayaran penyaluran beras program beras untuk rumah tangga miskin (raskin) di Kabupaten Garut masih cukup besar.

Bagian Perekonomian Setda setempat mencatat, tunggakan pembayaran raskin per 25 Nopember 2016 mencapai Rp1.755.600.000. Diperoleh dari realisasi penyaluran raskin mencapai 29.782.350 kilogram (99,05%) dari pagu 30.069.435 kilogram untuk penerima manfaat 182.239 rumah tangga sasaran (RTS), tersebar pada 420 desa di 42 kecamatan se-kabupaten.

Banjarwangi tercatat kecamatan dengan tunggakan pembayaran raskin terbesar, mencapai Rp143.544.000. Disusul Kecamatan Cisurupan mencapai Rp131.544.000. Sedangkan kecamatan tunggakan pembayaran raskin terendah Karangtengah Rp8.064.000, dan Kecamatan Caringin Rp9.120.000.

Dari 42 kecamatan tersebut, hanya tujuh kecamatan tuntas melunasi tunggakan pembayaran raskin seratus persen. Terdiri Kecamatan Pamulihan, Pameungpeuk, Garut Kota, Kadungora, Leles, dan Kecamatan Cikajang. Sedangkan 35 kecamatan lainnya masih menunggak dengan pelunasan pembayaran berkisar 94-99,56 persen dari total penyaluran raskin sesuai RTS.

Masih tingginya tunggakan pembayaran itu, mernjadikan Sekda Iman Alirahman menggelar Rapat Koordinasi Raskin 2016. Dia meminta para camat di masing-masing wilayahnya segera melunasi tunggakan pembayaran raskin.

“Saya minta para camat segera melunasi tunggakan raskin dalam waktu satu pekan ini, sebelum tutup akhir tahun,” katanya, kemarin.

Diingatkan, penanggulangan masalah kemiskinan skala prioritas Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Daerah. Salah satunya dalam bentuk program raskin. Sehingga masalah penyaluran raskin mesti mendapatkan perhatian.

Dikatakan, perbaikan sistem transformasi subsidi bantuan raskin sendiri dalam waktu dekat ini akan berubah dengan mekanisme non tunai, atau E-Voucher.

Dengan sistem E-Voucher, bantuan bisa ditukarkan RTS penerima manfaat untuk kebutuhan membeli beras, atau telur, sesuai harga pasar di tempat ditentukan sebagai mitra kerja pemerintah. Semisal agen, warung, toko, outlet, atau pedagang lainnya.

Realisasi bantuan raskin dengan sistem E-Voucher pada 2017 untuk sementara diujicobakan di sejumlah provinsi. Antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, penerapan penyaluran bantuan raskin yang berubah mekanismenya melalui E-Voucher itu sendiri masih akan menemui sejumlah kendala, termasuk di Kabupaten Garut. Yakni menyangkut validasi data akurat para rts penerima E-Voucher itu sendiri.

Karena itu diingatkan, Tim Koordinasi Raskin Kabupaten Garut agar melakukan pendataan akurat, dan sama menyangkut jumlah RTS penerima manfaat program raskin maupun program lainnya.

“Data penerima raskin, data penerima program PKH (Program Keluarga Harapan), serta program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) harus sama. Jangan sampai seperti selama ini terjadi. Data penerima malah berbeda- beda,” katanya pula.

Menurut Bulog Sub Divre Wilayah V Ciamis Sulais, tunggakan pembayaran penyaluran raskin di Garut berdasar Daftar Tungakan Raskin Dasar BAST alokasi Januari sampai 25 Nopember 2016 masih cukup besar di bandingkan kabupaten lainnya di Jawa Barat.

Dikemukakan, dari 420 desa tersebar padsa 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, sisa tunggakan raskinnya mencapai Rp1,755 miliar dari pagu disalurkan. Sedangkan yang baru disetorkan Rp1.505 640.000,-

“Kami meminta kerjasamanya agar sisa tunggakan raskin bisa dilunasi menjelang akhir tahun ini. Sebab hal ini akan menjadi hambatan dalam penyaluran 2017 mendatang, dengan perubahan mekanisme penyaluran bantuan raskin melalui sistem E-Voucer,” imbuhnya.

Dalam pada itu terdapat keluhan setiap karung raskin rata-rata kerap terdapat penyusutan dua kilogram, menyikapi hal itu, pihak Bulog katakan silahkan laporkan ke Satgas.

*******

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here