Garut Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

0
14 views
Kekeringan Kembali Merasnggas Wilayah Garut Utara.

Garut News ( Senin, 30/07 – 2018 ).

Kekeringan Kembali Merasnggas Wilayah Garut Utara.

Krisis air bersih kian mengancam penduduk pada sejumlah daerah di Kabupaten Garut, lantaran semakin mengeringnya sumber air bersih akibat kemarau ini. Di antaranya wilayah Kecamatan Balubur Limbangan, Selaawi, Kecamatan Cibatu. Juga Kampung Panawuan Tarogong Kidul selama ini memanfaatkan air sumur ber ecoli tinggi.

Sehingga sejumlah sumur gali mulai mengalami penyusutan debit air. Warga yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minumnya pada sumur gali terpaksa melakukan penggalian lebih dalam lagi.

Mereka berharap ditemukan sumber air tambahan agar debit air sumur setidaknya bisa dipertahankan.

Sebagian penduduk juga terpaksa memenuhi kebutuhan air bersihnya dengan mengambil air dari kali atau sungai berada di daerah mereka. Meski bersusah payah berjalan kaki bolak balik membawa barang keperluan rumah tangga, pakaian kotor untuk dicuci, dan ember, atau jerigen untuk mengangkut air.

Sebagian lainnya memenuhi kebutuhan air minum dengan membeli air minum ke agen-agen isi ulang terdekat.

“Sejak beberapa pekan terakhir, di daerah kita kondisi air sumur berkurang drastis. Maka banyak sumurnya digali lebih dalam lagi supaya air keluar. Alhamdulillah ! Masih ada air. Jadi kemaraunya belum terlalu parah,” kata Agus M (46) warga Desa Limbangan Timur, Ahad ( 29/07 – 2018 ).

Ungkapan senada dikemukakan Dadi (40) warga Kampung Cilimus Putrajawa Selaawi. Menurutnya, ancaman krisis air bersih mulai mengintai warga belakangan ini akibat kondisi air pada sejumlah sumber air berkurang karena kemarau. Terutama warga Desa Mekarsari, dan Cirapuhan.

“Secara umum persediaan air bersih mulai berkurang. Terutama sering rawan air bersih itu Ciloa Mekarsari, dan Cirapuhan. Kebanyakan warga di daerahnya ada sungai, pemenuhan air bersihnya ya dari sungai. Sebagian untuk keperluan air minum, beli air isi ulang,” katanya.

Warga Kampung Cilimus, lanjutnya pula, biasa mengambil air bersih dari sumber mata air. Kondisi sumber mata air saat ini terbilang mencukupi, kendati debitnya berkurang. Tak ada sumur gali di kampung tersebut.

Warga lainnya asal Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Aep Saepudin menyebutkan, ancaman kesulitan mendapatkan air bersih juga mulai mengintai warga di Desa Cibunar, Sindangsuka, Kertajaya, Karyamukti, dan Desa Padasuka Kecamatan Cibatu. Banyak sumur gali milik warga kini mulai mengalami penurunan debit air.

“Mendapatkan air bersih, warga ada yang mengambil dari sungai, ada juga meminta bantuan pengiriman air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum),” ungkap Kepala SMA Al Madinah Cibatu itu.

******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.