Garut Miliki Potensi Berlimpah Ruah Sumber Air Panas

Garut News ( Senin, 15/09 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kabupaten Garut, Jawa Barat, selain memiliki potensi geothermal (panasbumi), juga terdapat sumber air panas alami berkualitas terbaik di Indonesia bahkan mungkin dunia.

Sumber air panas Garut tersebut, antara lain sama sekali tak berbau, atawa bearoma belereng.

Bahkan pada kawasan kota, berlokasi jauh dari kaki gunungapi pun terdapat sumber air panas?

Salah satunya di Kampung Copong Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota. Terdapat sumber air panas kini kian menjadi tumpuan penduduk sekitarnya memenuhi kebutuhan air bersih.

Selain memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, juga penduduk memanfaatkan air panas yang ditampung di dalam sebuah bak untuk keperluan mandi dan mencuci.

Meski pemandian umum berair panas itu sederhana. Berupa bangunan tembok setinggi sekitar 1,5 meter berlebar dua meter sepanjang empat meter berlokasi di tengah areal persawahan.

Beratapkan seng gelombang ditopang potongan bambu.

Ruang pemandian dipisahkan antara perempuan hanya disediakan dua pancuran, dan lelaki disediakan tiga pancuran.

Menurut penduduk, sumber air panas terletak sekitar seratus meter dari rumah mantan Bupati Aceng HM Fiikri, dan sekitar lima puluh meter dari lokasi Bendung Copong atawa Irigasi Leuwigoong itu, ditemukannya tak sengaja.

Berawal ketika sekitar setahun lalu, perusahaan swasta membangun mess kontrakan di pinggir jalan menuju kawasan Bendung Copong. Lokasinya tak begitu jauh dari aliran sungai Cimanuk.

Memenuhi kebutuhan air bersih penghuninya, maka digali sebuah sumur dalam. Air pun memancar berlimpah ruah.

Yang mengejutkan, suhunya ternyata panas, mencapai sekitar 37 derajat celcius, hampir menyamai panasnya suhu air panas di kawasan wisata Cipanas Tarogong Kaler di kaki Gunungapi Guntur.

Padahal jarak wisma cukup jauh dari kawasa Cipanas, berkisar 5-6 kilometer. Belum lagi terpisahkan aliran sungai Cimanuk yang lebar dan dalam.

“Awalnya air itu hanya untuk wisma. Tetapi ternyata debitnya banyak dan tak bisa dibendung. Bak penampungan airnya di lantai satu maupun lantai dua selalu limpas, banjir terus. Mengurangi kelebihan air agar tak selalu banjir itu, akhirnya pemilik membagikan airnya ke warga melalui pipa dan ditampung di pemandian umum,” kata Jaja(60), warga setempat, Ahad (14/09-2014).

Sejak itulah, keberadaan sumber air panas di Copong beredar dari mulut ke mulut. Bukan tak hanya warga setempat menikmatinya. Malahan banyak warga daerah lain sengaja datang memanfaatkan air panas tersebut.

Umumnya mereka mandi air panas dengan tujuan berobat atawa melakukan terapi atas sejumlah penyakit, terutama reumatik.

Aktivitas warga pengunjung di pemandian umum air panas Copong pun seakan tak pernah berhenti, baik siang maupun malam.

“Selalu ramai. Mulai dini hari sampai sekitar jam sebelas malam. Siapapun yang hendak mandi atau memanfaatkan air panas ini tak dipungut bayaran. Hanya baru-baru ini memang disediakan kencleng oleh pengurus RT sebagai infak untuk mushola. Itu pun seridonya,” kata Jaja.

Bagi Jaja, fenomena air panas alami menyembur dari sumur dalam di wisma itu tak terlalu mengejutkan. Lantaran jauh sebelum itu, di kampung tetangganya pernah terjadi peristiwa sama.

Bedanya, suhunya tak sepanas seperti terjadi sekarang, bahkan tak bertahan lama.

“Di pinggir Cimanuk bahkan sempat ada pula menggali sumur bor tetapi keluar malahan api. Lantaran takut akhirnya ditutup lagi. Saya juga enggak tahu, apa di sana ada gas, atau apa?” katanya.

Salah seorang pengunjung, Asep(35), asal Bentar, mengaku kerap mandi di air panas di Copong.

Terlebih lokasinya mudah dijangkau dan tak dipungut bayaran. Meski tak begitu leluasa sebab tempat pemandiannya terbuka.

“Selain jernih, air panas di sini tak berbau. Suhunya juga kerap terasa lebih panas daripada air panas di daerah Cipanas. Jadi badan terasa lebih enak dan rileks jika habis mandi di sini. Apalagi bisa menikmati indahnya pemandangan Bendung Copong, sekalipun belum rampung betul,” kata Asep pula.

Dikatakan, keberadaan sumber air panas di kawasan Copong tersebut bukan hal aneh baginya. Sebab di daerah tinggalnya di kawasan Bentar Hilir pernah muncul air panas saat seorang warga menggali sumur bor.

“Saya lupa lagi tahunnya. Tapi waktu itu, hanya beberapa waktu suhunya panas, setelah itu biasa lagi. Sedangkan di Copong ini panasnya masih bertahan sampai sekarang,” ujarnya.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment