Garut Miliki Banyak Titik Lokasi Rawan Bencana

Garut News ( Selasa, 22/07 – 2014 ).

Kondisi Pada Lintasan Jalan Selatan Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Kondisi Pada Lintasan Jalan Selatan Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kepala Pelaksana “Badan Penanggulangan Bencana Daerah” (BPBD) Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya  mengimbau, agar para pemudik senantiasa waspada, atawa  hati-hati jika melintasi jalur jalan rawan bencana alam maupun kecelakaan.

Lantaran kondisi medan jalan di wilayah Kabupaten Garut, banyak terdapat lokasi lintasan rawan terjadi kecelakaan akibat jalan terjal dengan tikungan tajam, sempit, serta melintasi titik-titik lokasi labil atawa rentan terjadi bencana alam.

Dik Dik Hendrajaya. (Foto : John Doddy Hidayat).
Dik Dik Hendrajaya. (Foto : John Doddy Hidayat).

Khususnya rawan bencana longsor dan pergerakan tanah.

Apalagi, kendati sekarang musim kemarau, namun masih kerap mendadak sontak diwarnai hujan cukup deras.

Menurut Dik Dik Hendrajaya, Mengantisipasi hal tak diinginkan, melalui koordinasi dengan instansi terkait, pihaknya memasang tanda dan rambu-rambu peringatan pada sejumlah titik lokasi rawan bencana alam sepanjang jalur-jalur mudik, dan balik Lebaran Idul Fitri 1435 H/2014.

“Sebenarnya kini musim kemarau, tetapi kemarau basah. Masih sering terjadi hujan deras, meski belakangan intensitasnya agak berkurang. Namun kita tentu saja kudu tetap waspada, jangan terjadi hal tak diinginkan. Karena itu, kita pasang rambu-rambu peringatan pada titik-titik lokasi terbilang rawan bencana,” katanya.

Dik Dik Hendrajaya. (Foto: John Doddy Hidayat).
Dik Dik Hendrajaya. (Foto: John Doddy Hidayat).

Dikemukakan, titik-titik rawan terjadi bencana pada jalur mudik dan balik lebaran di kabupaten ini, terdapat pada tiga wilayah.

Terdiri wilayah utara pada jalur mulai Nagreg, Balubur Limbangan hingga Malangbong.

Wilayah tengah pada jalur sejak kawasan Tanjakan Leles hingga daerah Cilawu perbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

“Wilayah lain terdapat cukup banyak potensi bencana alam, tentu saja jalur-jalur di wilayah selatan Garut. Selain relatif sempit, kondisi tanahnya labil. Medan jalan terjal dan banyak tikungan tajam. Pada jalur menuju Pameungpeuk lewat Cikajang, atawa Mekarmukti atau Rancabuaya lewat Bungbulang. Demikian juga jalur-jalur di wilayah Cisewu, dan Talegong dari arah Pangalengan Bandung,” Ungkap Dik Dik.

BPBD Garut juga mengimbau warga hendak menghabiskan waktu liburan lebarannya di kawasan-kawasan objek wisata pantai di Selatan Garut, Supaya waspada dan hati-hati agar tak terjadi kecelakaan laut.

“Kita berharap mereka hendak berlibur ke pantai, sebaiknya tak berenang. Jangan memaksakan diri berenang. Jika mau berenang, kudu di daerah memang betul-betul aman. Jangan sekali-kali mencoba berenang di daerah terlarang! Maka, wisatawan mesti mengenali dahulu sifat atau karakter pantai dikunjungi, serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan ditetapkan petugas,” imbuh Dik Dik.

Mencegah terjadinya kecelakaan laut, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan pelbagai pihak, terutama “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata” (Disbudpar) setempat.

“Selain itu, jajaran relawan BPBD juga selama arus mudik, dan balik lebaran berlangsung, tetap siaga selama 24 jam penuh,” katanya pula.

Kepala Disbudpar kabupaten setempat, Mlenik Maumeriadi mengakui pihaknya bekerja sama dengan pelbagai pihak, termasuk BPBD, mengantisipasi hal tak diinginkan terkait kemungkinan terjadi lonjakan jumlah pengunjung pada objek-objek wisata pantai selatan Garut pada liburan lebaran tahun ini.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak Pol-Air, HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), dan Kompepar (Kelompok Pemerhati Pariwisata),” ungkap dia.

******

Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment