Garut Mengaji Masih Sebatas “Wacana, Mimpi….kaali’…!

Garut News ( Kamis, 03/04 – 2014 ).

Ilustrasi. ( Foto : John Doddy Hidayat ).
Ilustrasi. ( Foto : John Doddy Hidayat ).

Realisasi Program Garut Mengaji, diluncurkan Bupati Rudy Gunawan, salah satu pelaksanaan kegiatan Garut Nyantri, ternyata hingga kini masih sebatas “wacana, atawa mimpi…kali”.

Menyusul kuat diindikasikan setidaknya, masih belum terealisasinya seruan Bupati agar PNS beragama Islam di lingkungan Pemkab/Setda setempat membiasakan membaca surat al Fatihah, juga surat lainnya pada Al Qur’an berikut tafsirnya.

Rudy Gunawan. ( Foto : John Doddy Hidayat ).
Rudy Gunawan. ( Foto : John Doddy Hidayat ).

Selama sepuluh menit hendak memulai kerja.

Indikator Gerakan Garut Mengaji, yakni para PNS bisa hafal minimal al Fatihah berikut terjemahnya.

Tetapi ternyata, hingga kini, banyak PNS masih tak hafal terjemah surat al Fatihah.

Apalagi terjemah berbahasa Sunda, terkait “kampanye tematik” Program Garut Andalan menjadikan setiap Rabu, Hari Nyunda, katanya.

Padahal, seruan Bupati bernomor 451/864/Adkesra, tentang Garut Nyantri tersebut, beredar pada setiap “Satuan Kerja Perangkat Daerah” (SKPD), dan para camat se-Kabupaten Garut sejak 19 Februari 2014.

Banyak pegawai di lingkungan perkantoran Setda pun mengakui program Garut Mengaji ini, belum sepenuhnya terealisasi, apalagi menghafal terjemahan al Fatihah atawa terjemahan surat lainnya.

“Menghafal artinya memang tak gampang. Kalau diterjemahkan kata per kata juga belum tentu mengerti maksudnya. Apalagi diterjemahkan berbahasa Sunda. Tetapi paling penting kan bukan sekedar hafal Al Fatihan dan terjemahannya, melainkan makna isi kandungannya,” ungkap seorang pegawai Setda menolak ditulis namanya, sambil memerlihatkan selembar kertas bertuliskan terjemahan surat al Fatihah, Rabu (02/04-2014).

Kata dia, hingga kini lembaran kertas tersebut masih terus dibawanya ke kantor atawa rumah, dengan harapan bisa dihapalkan juga dimengerti maksudnya, katanya.

*****

Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment