Garut Mendesak Segera Miliki Motivasi Turunkan AKI/AKB

0
46 views
Wakil Bupati Membuka Lokakarya.

Garut News ( Senin, 01/04 – 2019 ).

Wakil Bupati Membuka Lokakarya.

Wakil Bupati Garut dr H. Helmi Budiman menyatakan, kabupatennya kian mendesak segera perlukan motivasi yang sangat tinggi, guna menurunkan ‘angka kematian ibu dan angka kematian bayi’ (AKI/AKB) saat menjalani proses persalinan.

Sehingga setiap terjadi kasus AKI/AKB tersebut, tak hanya dianggap sebagai takdir atau menunjukan kondisi yang sama sekali tak berdaya. Melainkan sebelumnya diperlukan upaya maksimal penyelamatan jiwa ibu dan anaknya.

Berlangsung Diskusi Kelompok.

Lantaran setiap upaya penyelamatan jiwa satu orang, sama halnya dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. “Maka jangan ada lagi korban AKI/AKB,” tandas Helmi Budiman, Senin ( 01/04 – 2019 ).

Penegasan ini, disampaikannya ketika membuka rangkaian kegiatan lokakarya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di wilayah yang terkendala masalah geografis, dan budaya paraji di Kabupaten Garut.

dr Joko Sutikno.

Bahkan juga diingatkan, setiap terdapat proses persalinan hendaknya disertai do’a memohon pertolongan Allah SWT, kemudian sangat diperlukannya upaya maksimal lainnya yang bisa menyelamatkan ibu dan anak pada proses persalinan tersebut.

Pada helatan dua hari yang digelar USAID Jalin Provinsi Jawa Barat bersama institusi teknis lainnya itu diikuti 42 peserta di Fave Hotel, diharapkan Helmi Budiman bisa mendapatkan formula yang efektif dan efisien dalam menekan AKI/AKB.

Kembali diingatkan, meninggalnya ibu dalam proses persalinan  dipastikan bisa menimbulkan keprihatinan sangat mendalam, sebab menyangkut nasib masa depan anak Рanaknya, juga suaminya itu sendiri.

Padahal pada masa kepemimpinannya, banyak kemajuan pembangunan termasuk fasiulitas kesehatan dengan 30 Poned, bahkan ragam infrastruktur jalan dan jembatan mencapai 70 persen, yang kini ditargetkan capaiannya bisa 90 hingga 100 persen.

Seluruh personil di lingkungan Dinas Kesehatan pun, seluruhnya berlatar belakang keilmuan kesehatan, sama sekali tak ada personil maupun pejabat Dinkes Garut yang lulusan teknik sipil, tegas Helmi Budiman.

Perwakilan USAID Jalin Provinsi Jawa Barat dr Joko Sutikno katakan, sejak 2011 kematian ibu di Kabupaten Garut trendnya meningkat terus, sedangkan rata-rata kematian ibu di Provinsi Jawa Barat cenderung menurun.

Pada 2018, di Kabupaten Garut terdapat 55 kematian ibu atau urutan ketiga terbanyak di Jawa Barat.

Sejak 2013, kematian bayi baru lahir di kabupaten ini juga trendnya terus meningkat, sedangkan rata-rata kematian bayi baru lahir di Provinsi Jawa Barat cenderung menurun.

Sejak 2016 hingga 2018, Kabupaten Garut merupakan kabupaten dengan kematian bayi baru lahir terbanyak.

Prioritas masalah di Kabupaten Garut, paraji masih aktif dan masih menjadi pilihan oleh banyak ibu dikarenakan tantangan geografis dan budaya, disusul terbatasnya pengetahuan terkait isu-isu KIA di antara pekerja perempuan.

USAID Jalin, sebuah program kesehatan ibu dan bayi baru lahir dari USAID untuk menjalinkan bukti ilmiah, kemiteraan dan solusi yang mendorong gerakan peningkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Terdapat lima wilayah kecamatan di kabupaten tersebut, yang diharapkan bisa menjadi penggerak motivasi dalam penanganan tingginya AKI/AKB. Seperti halnya kemiteraan UPT Puskesmas Cihurip dengan tukang ojeg.

Selain bisa membantu mengantar pasien, juga logistik sebagai solusi alternatif lokal, terwujudnya gerakan masyarakat peduli untuk ibu hamil, serta diterbitkannya surat pernyataan masa persalinan.

Dari Dinkes kabupaten setempat antara lain dipresentasikan analisis situasi kesehatan ibu dan anak di kabupatennya, serta draff SK Bupati Tentang Kemiteraan Bidan dan Paraji di Kabupaten Garut.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here