Garut Mendesak Perlukan Lima Hektare Hutan Kota

by

Garut News ( Rabu, 28/05 – 2014 ).

Hutan Kota pada Lintasan Jalan Alternatif Kubang - Banyuresmi.
Hutan Kota pada Lintasan Jalan Alternatif Kubang – Banyuresmi.

Kota Garut di Jawa Barat, mendesak sekurangnya memerlukan kawasan hutan kota seluas lima hektare.

Guna mengimbangi pertumbuhan, dan perkembangan perkotaan pada beberapa tahun mendatang, sehingga bisa mereduksi “karbon dioksida”.

Sedangkan hutan kota tersedia selama ini, volume dan kuantitasnya masih terbilang minimalis.

Sutarman.
Sutarman.

Kepala Dinas Kehutanan kabupaten setempat, Sutarman kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (28/05-2014), katakan jajarannya hingga lima tahun mendatang masih mengangkat isu seputar degradasi hutan, dan lahan.

Kemudian pemanfaatan potensi sumber daya hutan, lantaran hingga kini masih relatif rendah, termasuk pada sekitar 220 desa berbatasan langsung dengan kawasan hutan, katanya.

Pelaksanaan program penanganan lahan kritis di antaranya berupa rehabilitasi lahan, dan hutan juga perlindungan dan konservasi hutan.

Sutarman Terjun Kerap Terjun Langsung ke Lapangan.
Sutarman Terjun Kerap Terjun Langsung ke Lapangan.

Diselenggarakan pula perbaikan manajemen kehutanan, antara lain pengelolaan kehutanan dengan memerbaikinya sejak dari sektor hulu.

Selain itu, gencar dilakukan pengelolaan bibit, dan benih tanaman, berupa membangun tegakkan sumber-sumber benih.

Serta persemaian permanen, seperti selama ini dilakukan pada SMK karangpawitan, bisa setiap saat dimanfaatkan produktivitas persemaiannya.

Mendorong pula hasil hutan bukan kayu, yakni jasa layanan lingkungan, lantaran Kabupaten Garut sebagai penyangga Provinsi Jawa Barat.

Selama ini pun, kata Sutarman dilakukan rehabilitasi lahan dan hutan mencapai seluas 50.000 hektare.

Disusul kemudian upaya serupa bakal dilakukan pada areal seluas 32 ribu hektare, tertuang pada rencana strategis (Renstra) RPJMD Kehutanan 2014-2019, ungkap Sutarman.

*******

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.