Garut Masih Dikepung 21.000 Hektare Lahan Kritis

0
159 views

Ilustrasi Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 25/11 – 2015 ).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Meski Kabupaten Garut meraih juara Lomba Menanam Pohon Tingkat Provinsi Jawa Barat 2015, tetapi degradasi hutan di kabupaten tersebut masih terus terjadi, bahkan kondisi 21.000 hektare lahan kritisnya pun masih luas, mengepung kabupaten itu.

Padahal pada 2014, kabupaten ini juga menempati peringkat terbaik Penanaman Pohon.

Demikian antara lain mengemuka pada Puncak Peringatan Hari Menanam Pohon, dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Jawa Barat 2015 dihadiri Wakil Gubernur Deddy Mizwar di kawasan Bendung Copong, Rabu (25/11-2015).

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bupati Rudy Gunawan berharap pula kabupatennya dapat menjuarai lomba sama di tingkat nasional kini masih berlangsung.

Kata dia, dalam sambutannya, degradasi hutan dan lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk masih terjadi hingga kini, ditandai masih luasnya lahan kritis di dalam, maupun luar kawasan hutan.

Luas lahan kritis di luar kawasan hutan berdasar hasil review Balai Pengolahan DAS Cimanuk sampai 2014 mencapai sekitar 21.000 hektare. Terjadi lantaran penggunaan lahan tak sesuai fungsi lindung.

Kendati dari total luas wilayah kabupaten tersebut mencapai 307.000 hektare, sekitar 81 persennya ditetapkan sebagai kawasan lindung. Kemudian 170.000 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan.

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dikemukakan, upaya antisipasi dilakukan Pemkab Garut melalui kebijakan maupun program pembangunan Pemkab, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Antara lain berupa optimalisai program rehabilitasi hutan dan lahan, gerakan lahan kritis Pemprov Jawa Barat, pembuatan kebun bibit rakyat, pembuatan persemaian bibit permanen kerjasama BPHT Jawa-Madura, pembangunan persemaian Pemkab, dan pembangunan persemaian Pemprov Jawa Barat.

Serta penanaman tanaman produktif tahunan dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Pertanian Pemkab setempat, dan peran aktif dunia usaha maupun partisipasi masyarakat secara swadaya.

“Hasil kumulatif selama kurun 2014 sampai awal 2015 telah tertanam 16. 241.178 pohon tersebar pada 442 desa di 42 kecamatan se-kabupaten,” katanya.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here