Garut Kini Diindikasikan Kuat Kian Darurat DBD

0
20 views
Lintasan Jalan Seputar Bundaran Simpang Lima Selama Ini Kerap Dibanjiri Derasnya Luapan Air.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 28/07 – 2016 ).

Lintasan Jalan Seputar Bundaran Simpang Lima Selama Ini Kerap Dibanjiri Derasnya Luapan Air.
Lintasan Jalan Seputar Bundaran Simpang Lima Selama Ini Kerap Dibanjiri Derasnya Luapan Air.

Kabupaten Garut, Jabar, kini diindikasikan kian berkondisi darurat “demam berdarah dengue” (DBD).

Menyusul Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat meminta masyarakat mewaspadai ancaman penyebaran jenis penyakit tersebut, sekarang cenderung meningkat dengan sebaran lebih meluas tak terbatas pada daerah endemik.

Mencegah luasan sebarannya, masyarakat diimbau membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Baik menyangkut kesehatan daya tahan tubuh, maupun kebersihan lingkungan. Termasuk pemberantasan sarang-sarang nyamuk penular virus DBD. Langkah tersebut dinilai paling efektif mencegah DBD daripada pengasapan (fogging), katanya.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinkes Marlinda Siti Hana katakan, berdasar laporan dari rumah sakit dan puskesmas, sejak Januari hingga Mei 2016, kasus positif DBD tercatat mencapai 200 lebih. Belum terhitung data kasus DBD terjadi selama Juni dan Juli.

Kebanyakan kasus ini, terjadi di kawasan perkotaan merupakan kawasan endemis DBD, terutama di wilayah Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Karangpawitan. Namun hal itu bukan berarti kecamatan lainnya termasuk wilayah selatan Garut aman dari ancaman.

Dikemukakan, kasus DBD masih terus terjadi antara lain lantaran pelaksanaan PHBS di lingkungan masyarakat bersangkutan masih berjalan kurang baik. Terutama berkaitan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta membersihkan, menguras, dan menutup tempat sarang nyamuk (3M).

“Yang harus diketahui masyarakat, fogging bukan satu-satunya cara pemberantasan nyamuk DBD melainkan dengan PSN dan 3M terlebih dahulu,” imbuhnya pula, Kamis (28/07-2016).

Diingatkan, agar masyarakat selalu memerhatikan kesehatan dan daya tahan tubuhnya dengan makan empat sehat lima sempurna. Sebab DBD rentan menyerang mereka berkondisi kesehatan menurun.

Ditanya, 30 penduduk Kampung Rawa Kelurahan Karangmulya Karangpawitan diduga terserang DBD selama sepekan terakhir, Dia mengaku belum mendapat laporan. Namun meyakinkan pihaknya segera berkoordinasi dengan puskesmas maupun pihak terkait lain, kata dia.

Kepala Dinkes Garut dr Tenni Sewara Rifa’i menjelaskan, fogging hanya bisa menyasar nyamuk dewasa bisa terbang dan menggigit, tak terhadap jentik-jentiknya.

Apalagi belakangan terindikasi beberapa jenis nyamuk mulai resisten terhadap sejumlah insektisida. Namun jenis nyamuk maupun insektisidanya belum diketahui karena hasil penelitiannya masih belum dikeluarkan Litbang.

Diingatkan, sering dilupakan masyarakat, nyamuk Aedes aegypti penular DBD terbilang ‘nyamuk elit’, yakni tempat bersarang dan bertelurnya hanya di tempat bersih, terutama air tergenang yang tak berhubungan langsung dengan tanah, katanya.

*********

( nz, jdh ).