Garut Gagal Mengekang Positif dan Klaster Keluarga

0
20 views
Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya Garut Tetap Patuhi Protokol Kesehatan.

“Banyak Pejabat Bergantian Bepergian”

Garutnews ( Senin, 19/10 – 2020 ).

Selain gagal mengekang laju penambahan kasus positif Covid-19, ‘Gugus Tugas Percepatan Penanganan’ (GTPP) wabah predator kabupaten setempat pun diketuai Bupati Rudy Gunawan tersebut, juga terindikasi kuat gagal mengerem meluasnya klaster keluarga sumber penyebaran coronavirus disease 2019. 

Noraknya, warga diseru tak bepergian keluar rumah jika tak mendesak, di lingkungan pegawai Pemkab juga diberlakukan bekerja dari rumah 75 % dan di kantor 25%, namun tak sedikit pejabat Pemkab bergantian bepergian keluar Garut.

Ilustrasi.

Bahkan mereka keluar Provinsi Jawa Barat, dan keluar pulau Jawa bersama Bupati tanpa ada keharusan mengisolasi diri sekembali dari kunjungan ke luar daerah. Hal serupa dilakukan pula para anggota DPRD hingga menuai kritikan publik.

Padahal pasca Bupati Rudy Gunawan menyatakan kabupatennya ‘Darurat Covid-19’ pada 19 September 2020 berlanjut diberlakukannya ‘pembatasan sosial berskala mikro’ (PSBM) pada sebelas desa di delapan kecamatan, malahan intensitas kasus positif pandemi itu secara menyeluruh semakin meningkat sangat signifikan.

Ilustrasi.

Data GTPP menunjukkan, hingga 18 Oktober 2020, Ahad (18/10-2020) Pukul 21:02:15 WIB, mencapai 426 Warga Garut terkonfirmasi positif wabah predator ini yang menewaskan 14 orang tersebar di 30 wilayah kecamatan.

Selama rentang waktu empat pekan pasca dinyatakan ‘Garut Darurat Covid-19’ ada penambahan 227 kasus baru positif Covid-19 dengan lima kematian. Sedangkan positif Covid-19 saat Garut dinyatakan ‘Darurat Covid-19’ per 29 September 2020 silam (193 kasus) tersebar pada 26 kecamatan dengan sembilan kematian.

Kendati persis dua hari sebelum Garut dinyatakan berkondisi ‘Darurat Covid-19’, tepatnya 17 September 2020, Pemkab membentuk relawan Covid-19 terutama dari kalangan ASN Pemkab sebagai bentuk kesiapan Pemkab menekan penyebaran Covid-19 pada klaster keluarga dan ASN.

Operasi Yustisi sebagai upaya penegakkan kedisiplinan masyarakat atas keta’atan terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga digelar di pelbagai lokasi lintasan ruas jalan ramai kendaraan.

Populasi klaster keluarga ketika itu mencapai 34 kasus. Jumlah tersebut bertambah menjadi 55 kasus per 16 Oktober 2020.

Diperkirakan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut berkecenderungan didominasi pola penularan lokal (transmisi lokal) melalui ‘orang tanpa gejala’ (OTG) serta klaster keluarga.

Sangat mengenaskan hingga kini, GTPP Covid-19 Garut masih bungkam mengenai penyebab terjadinya ledakan penambahan penyebaran wabah itu. Demikian pula mengenai efektif atau tidaknya PSBM selama ini dihelat terhadap penekanan angka kasus positif Covid-19 di Garut.

Apakah tingkat kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 masih rendah, atau ada faktor lain. Juga, mengenai kemungkinan langkah selanjutnya bakal dilakukan untuk menekan laju penambahan kasus positif yang terkesan semakin tak terkendali ini ???? 

Koordinator Bidang Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana GTPP Covid-19 juga Kadinkes Garut Maskut Farid, Koordinator Bidang Perencanaan Data Pakar Data dan Analisis Sekdis Kesehatan Leli Yuliani maupun Sekretaris GTPP Covid-19 juga Kepala Pelaksana BPBD, Firman Karyadin tak menjawab ditanya soal tersebut.

Sedangkan Koordinator Humas GTPP Covid-19 juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Garut, Muksin hanya bertutur, semua itu sedang dikaji GTPP.

“Untuk pertanyaan tersebut, saat ini, sedang dikaji Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut,” katanya.

Meski, perkembangan kasus Covid-19 di Garut kian mengkhawatirkan itu mendesak penanganan cepat, dan akurat dengan melibatkan semua komponen. Tak hanya menggantungkan pada kesadaran masyarakat terhadap bahaya Covid-19.

Sehingga saatnya kini, mendesak segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut agar predator wabah pandemi ini tak semakin menerjang dan melebar lebih luas.

*******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here